UA-42393073-1

Selasa, 29 Januari 2013

Semanis Madu


Madu Berkhasiat dan Madu Beracun
Semua orang sepakat madu adalah cairan alami yang rasanya manis. Madu merupakan cadangan makanan bagi koloni lebah yang disimpan apik disarangnya, namun sesuai dengan takdirnya madu di sarang lebah tidak hanya cadangan makanan bagi lebah saja namun diperuntukan juga bagi kesehatan manusia. Kita tengok saja bagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an pada Surat An-Nahl ayat 69 :

 “kemudian makanlah dari Segala jenis bunga-bungaan dan buah-buahan (yang Engkau sukai), serta taatilah  Jalan Tuhanmu Yang diilhamkan dan dimudahkan kepadamu”. (dengan itu) maka keluarlah dari perut lebah minuman yang bermacam-macam warnanya, yang didalamnya mengandung obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda (yang membuktikan kemurahan Allah) bagi orang-orang yang mau berfikir.





Sejak ribuan tahun lalu, madu dikenal sebagai cairan manis yang berkhasiat bagi kesehatan kita. Khasiat madu tentunya berkaitan dengan kandungan gulanya yang tinggi. Yakni fruktosa 41%, glukosa 35%, dan sukrosa 1, 9%. Serta unsur kandungan lainnya, seperti tepung sari ditambah berbagai enzim pencernaan. Lalu ada vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, antibiotika, dan lainnya.


Dan menurut beberapa sumber kepustakaan, setiap 1 kg madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu setara dengan 50 butir telur, atau 5, 575 liter susu, atau 1, 680 kg daging.

Madu yang berkhasiat bagi kesehatan sebagaimana Allah firmankan tentunya madu yang original alias murni. Kemurniaan madu merupakan hal yang sangat penting. Mengingat madu yang tidak murni alias palsu atau oplosan kemungkinan besar mengandung senyawa-senyawa yang justru bakal merugikan bagi tubuh kita. Sebagai contoh madu yang diperoleh dari lebah yang diberikan pakan mungkin saja akan terkontaminasi oleh gula putih atau zat lain yang bagi sebagian orang akan berdampak merugikan, seperti bagi penderita diabetes melitus. Bila seperti itu jadinya madu yang semestinya berbuah khasiat bagi kesehatan malah menjadi racun alias madu beracun.





Adanya hasil analisis dewasa ini yang menyimpulkan bahwa madu yang beredar 80% adalah madu palsu atau oplosan. Hal itu sesuai dengan hasil penyelidikan penulis, sekedar contoh berdasarkan pengakuan salah satu penjual madu keliling, madu yang mereka jual adalah oplosan, celakanya kandungan madu yang sebenarnya hanya berkisar 5 – 10% saja. Untuk menghasilkan rasa manis mereka merebus air dengan sedikit gula pasir ditambah pemanis buatan (sodium), sedangkan untuk meyakinkan konsumen bahwa madu yang dijual adalah asli mereka mengkocok putih telur agar diperoleh busa sebagaimana ciri madu asli. Lagi-lagi untuk tambah meyakinkan konsumen mereka menjajakan madu palsu tersebut di dalam ember tidak lupa di hias dengan beberapa lembar daun-daun kering dan rumput serta beberapa keping sarang lebah asli. Asli tapi benar-benar palsu.

Jadi hati-hati sobat.. 


Tapi jangan kuatir, karena maraknya pemalsuan dan pengoplosan madu itu Komunitas Pat-Lima makin mantap dan eksis menyediakan madu yang original dan murni. Manajemen di Komunitas kami berusaha tidak memberikan sedikit pun celah kepada pemalsu/pengoplos madu untuk mengkotaminasi produk madu kami. Setidaknya ada beberapa alasan mengapa produk madu kami terjaga originalitas dan kemurniannya :


1.      Komunitas Pat-Lima merupakan komunitas peternak khusus lebah lanceng (apis trigona. Sp);


2.      Pada Komunitas kami peternak di larang memberikan tambahan pakan, boleh diberi pakan tambahan asal pakai madu trigona yang asli. Repot kan?


3.      Pada Komunitas kami pelaksanaan pemanenan madu dilakukan oleh petugas khusus yang bekerja di bawah sumpah dan pengawasan manajemen komunitas;


4.      Anti menerima kiriman madu dalam bentuk apa pun dan alasan apa pun termasuk dari anggota komunitas. Bila waktunya panen anggota komunitas (pengelola peternakan) hanya berkewajiban untuk memberikan pemberitahuan kepada manajemen, sedangkan yang melaksanakan panen hanya petugas yang ditunjuk saja; dan


5.      Proses sterilisasi, pengemasan dan pemasaran dikerjakan langsung oleh personil komunitas.



  



Perbedaan Madu dan Gula dalam Tubuh Kita





Dalam bentuk murni, berbagai jenis gula memiliki nama masing-masing, seperti fruktosa (gula buah), galaktosa, glukosa, laktosa (gula susu), maltosa, ribosa, serta gula alkohol, seperti sorbitol dan xilitol. Di samping itu, bila dilihat dari sumbernya, maka gula bisa dibedakan, yakni madu, sirup jagung dan molase. Molase merupakan sirup kental, lazimnya berwarna cokelat gelap yang dihasilkan selama penyaringan gula.

Pada dasarnya tubuh kita membutuhkan asupan gula. Glukosa merupakan gula utama dalam darah dan bahan bakar dasar bagi tubuh, sebagai esensial untuk berfungsinya seluruh sel, terutama sel-sel otak. Sukrosa adalah gula utama dalam buah, seperti dalam buah blewah, jeruk, kismis, mangga, melon, nanas, pisang, dan semangka. Bonus kesehatan yang berasal dari makan buah terletak pada kandungan vitamin, mineral, serat, dan flavonoidnya, bukan pada jenis gula yang dikandung oleh buah. Sedangkan fruktosa derajat kemanisannya lebih manis daripada jenis-jenis gula lain (2 kali kemanisan sukrosa) sehingga diperlukan sedikit saja untuk membuat makanan terasa manis.



Untuk memenuhi kebutuhan gula memang kita tidak perlu makan gula langsung untuk memasok glukosa dalam tubuh. Tubuh membutuhkan  karbohidrat kompleks, juga dikenal sebagai zat pati, yang ditemukan pada makanan-makanan yang berasal dari padi, sayuran, dan buah. Pada beberapa keadaan, glukosa dapat diproduksi dari pemecahan protein atau lemak. Ketika mengonsumsi makanan yang mengandung gula, makanan itu dipecah tubuh menjadi bentuk gula yang paling sederhana, kecuali gula dalam makanan tersebut telah berbentuk sangat sederhana. Sebagai contoh, selama pencernaan, sukrosa dipecah menjadi glukosa dan fruktosa, yang memasuki aliran darah melalui dinding-dinding usus halus serta melintasi sel-sel tubuh dan hati. Dengan bantuan insulin, yakni hormon pengatur kadar glukosa, sel-sel menyerap glukosa dan menggunakannya sebagai energi.



Glukosa disimpan di hati dan otot dalam bentuk glikogen. Glikogen di hati sewaktu-waktu dapat diubah kembali menjadi glukosa pada saat energi diperlukan. Sebagian besar fruktosa diubah pula menjadi glukosa oleh hati. Hati pun dapat mengubah gula menjadi asam-asam amino balok-balok pembangun protein. Kelebihan gula, sebagaimana halnya energi ekstra lainnya, diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam tubuh. Semua gula pada dasarnya sama. Tidak ada satu pun yang memberikan keuntungan gizi signifikan melebihi yang lain, kecuali madu dan molase yang mayoritas gulanya sudah dihilangkan/dikeluarkan. Molase kaya akan zat besi, sedangkan madu sarat flavonoid, zat fitokimia yang berperan sebagai antioksidan.



Madu Aman bagi Penderita Diabetes Melitus (DM)

Diabetes atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi melebihi batas-batas normal. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya kadar insulin dalam darah, atau karena tubuh tidak dapat memakai insulin dengan baik. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh tubuh dan mempunyai fungsi penting dalam metabolisme glukosa.
Sel memerlukan insulin agar gula yang ada di dalam darah dapat masuk ke dalam sel dan dipakai sebagai sumber energi. Bila jumlah insulin kurang, tentu saja gula tidak dapat diserap ke dalam sel dan tetap beredar di dalam darah. Akibatnya kadar gula darah menjadi tinggi. Penderita yang mengalami keadaan ini disebut sebagai penderita DM tipe I. Ada keadaan lain di mana jumlah insulin sebenarnya cukup, atau berkurang sedikit, tapi sel-sel tubuh tidak dapat memanfaatkannya secara baik. Keadaan ini disebut resistensi insulin. Penderita yang mengalami resistensi insulin dan atau deefisiensi insulin relatif disebut sebagai penderita DM tipe II

Jadi, penyebab
diabetes melitus sebenarnya bukan karena kelebihan konsumsi gula. Namun demikian gula memang amat berbahaya bagi pengidap diabetes, mereka harus membatasi konsumsi gula. Tetapi, gula bukan penyebab diabetes.

Memang tak ada alasan kuat untuk membatasi konsumsi gula secara ketat, kecuali bila Anda penderita diabetes atau orang yang sensitif terhadap karbohidrat. Penderita diabetes pun masih diperbolehkan makan makanan yang manis. Namun, menghindari konsumsi gula berlebihan tetap menjadi pilihan terbaik.

Gula secara alami dijumpai pula pada buah-buahan, sayur-sayuran, dan produk susu. Idealnya, gula memberikan kontribusi tidak melebihi 15 persen dari total energi per hari. Kendati begitu, perlu diingat bahwa sebagian besar makanan manis mengandung lemak dan energi yang tinggi, tetapi zat gizinya relatif rendah.
Karena itu, ada baiknya melakukan pola makanan seimbang, yakni rendah lemak dan tinggi karbohidrat, tak ada alasan menjauhi gula. Dengan pola makan seimbang, Anda secara otomatis akan membatasi konsumsi gula.





Meski sama manisnya, perlakuan tubuh manusia terhadap madu berbeda dibandingkan dengan gula atau gula pasir. Madu dapat diproses langsung menjadi glukogen, sedangkan gula harus diproses terlebih dulu oleh enzim pencernaan di usus. Dengan demikian tubuh manusia bisa lebih cepat merasakan manfaat madu dibandingkan dengan gula pasir. Dari beberapa hal itu, dapat disimpulkan bahwa madu dapat memberikan manfaat yang sangat penting dalam kehidupan manusia termasuk untuk penderita diabetes sekali pun asalkan madunya murni dan bukan oplosan.


Ingat Sob... Kalau butuh madu yang asli pesan saja pada kami. Di jamin asli 1000%

Produk kami : Madu Trigona 250 ml; Madu Trigona 100 ml, Madu ProBebe (khusus bayi dan balita); Bee Polen 90 Capsule; dan Bee Polen 45 Capsule
Pemesanan : 081 910 925 600 (Irwan)