UA-42393073-1

Rabu, 25 Desember 2013

Bee Pollen Lebah Trigona dan Jengkolisti

Sepanjang hidupnya lebah tak bersengat senantiasa menghasilkan tiga produk utama, yaitu madu, bee pollen dan propolis. Ketiga produk alamiah ini sebenarnya mereka buat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya; sebagai sumber pakan, pertahanan diri dan modal regenerasi. Selain ketiga produk tadi, klanceng memproduksi pula malam alias lilin lebah yang dijadikan tempat-tempat khusus untuk menyimpan madu, polen dan larva lebah trigona.

Lebah trigona cenderung lebih banyak menghasilkan serbuksari lebah (bee pollen) dibandingkan jenis apis (A. cerana, A. mellifera dan A. dorsata), hal tersebut disebabkan tingginya tingkat konsentrasi dan kebutuhan lebah trigona akan beepollen. Tingginya konsentrasi lebah trigona untuk mengumpulkan serbuksari jantan merupakan hal yang mudah kita pahami, karena lebah trigona tidak memproduksi royal jelly seperti halnya apis yang wajib menyediakan komponen ini sebagai bahan pangan para calon anak lebah (drone).

Selasa, 24 Desember 2013

Pandeglang ‘Repoeblik Teuweul’

Sobat, artikel ini saya pikir perlu kami posting, mengingat seringkali para pengunjung yang bertanya tentang maksud dari tulisan di sebuah backdrop besar pada workshop komunitas yaitu tulisan ‘Pandeglang Repoeblik Teuweul’.

Teuweul adalah nama local lebah trigona bagi orang Sunda, selain sebutan teuweul di Banten sendiri dikenal dengan banyak nama yaitu ko’ok, lanceng, klanceng dan semut madu. Mengapa demikian, karena sejak jaman dahulu Banten merupakan sebuah wilayah yang berdiri atas keberagaman dan pencampuran etnis, hal itulah yang membuat lebah trigona pun memiliki banyak sebutan di sini. Perihal lebih memilih nama teuweul daripada nama yang lain yaitu dikarenakan nama teuweul itu lebih banyak dikenal orang sebagai lebah tak bersengat di Banten.

Senin, 23 Desember 2013

Menyelamatkan Koloni Trigona Itama

Beberapa hari yang lalu, seorang anggota komunitas yang bertanggungjawab di wilayah puncak Gunung Karang mengantarkan sebuah koloni lebah trigona yang tinggal di tunggul kayu pohon Maja. Setelah kami  lakukan identifikasi fisik, koloni trigona tersebut ternyata T. itama. Koloni ini diselamatkan dari pengrusakan warga pencari kayu bakar, awalnya  mungkin sarang itu mau dibelah menjadi kayu bakar, madunya di ambil dan larvanya di pepes. Oh, ya... kebanyakan warga sangat menyenangi pepes larva lebah karena rasanya yang katanya 'gurih-gurih nyoy...' . Waduh [?!/?@* = dibacanya puyeng]

koleksi Komunitas 45

Trigona 'Si Garang' Truculenta

T. truculenta Almeida, 1985 (AME-RIO doc)
Sobat, awal melihatnya saya dibuat terbelalak, kaget plus kagum. Bagaimana tidak, setahu saya lebah trigona merupakan lebah yang ukuran panjangnya tidak pernah lebih dari 1 cm, namun ternyata ada lebah bergenus trigona yang ukurannya fantastis, lebih dari 1 cm. Lebah trigona yang barangkali terbesar di dunia ini pertama kali ditemukan dan di identifikasi oleh Almeida pada tahun 1985 dan diberi nama Trigona truculenta

Pada tanggal 11 Juli 2013 kemarin, sebuah asosiasi pelestarian lebah tak bersengat AME-RIO di Brasilia melaporkan bahwa Denis Pereira dari Kishimoto’s Group menemukan trigona besar itu bersarang di sebuah gua yang panjangnya 8 meter di Brasilia.

Minggu, 22 Desember 2013

Berkonsentrasi di Lebah Tak Bersengat (Trigona. spp)

T. Itama (koleksi Komunitas 45)
Sobat, konsentrasi kami di bidang lebah trigona memang acapkali nyaris buyar ketika ada beberapa teman menyarankan agar kami pun membudayakan lebah bersengat seperti Apis cerana dan Apis mellifera, saran ini muncul barangkali dikarenakan melihat beberapa factor dintaranya rendahnya produksi madu pada budidaya lebah trigona dibandingkan apis. Hal tersebut memang perlu diakui dengan jujur, lebah trigona bukanlah penghasil madu terbanyak tapi justru sebaliknya, namun ada beberapa alasan yang kami anggap penting untuk menolak saran itu, yaitu bahwa kami tetap akan memegang teguh komitmen awal berdirinya Komunitas 45 sebagai komunitas yang spesialisasi di bidang lebah tak bersengat, baik pada sisi budidaya, produksi, bisnis dan factor penting lainnya seperti pelestarian lingkungan sebagai habitat dan sumber pakan lebah trigona.

Milad Banten Heritage di Saung Gawe Komunitas 45

Kampung Teuweul, 21 Desember 2013

Sobat, sebelumnya saya coba jelaskan bahwa Banten Heritage (BH) adalah sebuah perkumpulan penyelamat kebudayaan local yang pada hari ini sudah genap berusia 11 tahun. Usia 11 tahun bagi sebuah organisasi non pemerintah merupakan sebuah pencapaian yang sangat baik sebagai eksistensi sebuah organisasi.

Di tunjuknya kampong teuweul (trigona. spp) sebagai tuan rumah pada acara ini tentunya sebuah penghargaan dan kepercayaan bagi kami, apalagi anggota komunitas juga ikut diundang secara resmi oleh BH, setidaknya ada kesamaan misi antara Komunitas 45 dan BH yaitu melestarikan pusaka local--yang diantaranya lebah trigona-- , dan semangat pelestarian lingkungan.

Minggu, 15 Desember 2013

Membangun Saung Gawe (Workshop) Komunitas 45

Sebenarnya Saung Gawe alias workshop ini ingin kami bangun sejak lama, namun karena dananya baru kumpul kemarin-kemarin jadinya baru sejak 15 hari yang lalu workshop ini mulai dikerjakan, Itu pun pengerjaannya belum 100 persen rampung karena keburu kehabisan dana. Tapi bagaimana pun itu, yang penting komunitas kami tetap kompak dan mau bersama-sama membangun Saung Gawe ini.

Saung Gawe dibangun di dalam areal Peternakan Inti Komunitas PAT-LIMA dan merupakan bagian penting dalam sarana peternakan. Di sini akan dijadikan pusat informasi tentang budidaya lebah trigona, pusat pemasaran produk komunitas, tempat pertemuan komunitas PAT-LIMA dan Banten Heritage, pusat diskusi perintisan dan pengembangan desa wisata, tempat diskusi Relawan Inovasi Daerah (RIDa) dan fungsi lainnya yang berkaitan dengan aktivitas komunitas. Dan fungsi utamanya adalah sebagai tempat pelayanan bagi pengunjung yang menyambangi kami... 

gelondongan kayu ini hotel ketika lebah cerana bertamu

Trigona 'Si Mini' Minima; Trigona Termini di Dunia

Sobat, mungkin sebelumnya kita beranggapan bahwa lebah trigona sejenis T. laeviceps dan T. incisa adalah spesies lebah trigona yang ukurannya paling mini di banding spesies lebah bergenus trigona lainnya. Namun ternyata ada sebuah spesies lebah terkecil di dunia yang ukuran panjang tubuhnya SS (super s) yaitu hanya 2 milimeter saja.



Sesuai dengan perawakannya spesies lebah kerdil yang super mini ini bernama Minima, dia adalah lebah tak bersengat alias bergenus Trigona, family Apidae, ordo Hymenoptera. menurut beberapa sumber habitat asli spesies lebah termini sedunia ini adalah di daerah neotropis seperti di Brazilia, Peru, Amazon, Bolivia dan Suriname. Apakah di Indonesia ada? 

Jumat, 13 Desember 2013

Bangga Jadi Anak Kampung

Sobat, betapa saya sangat bangga menjadi anak kampung setelah kampung halaman kami ditetapkan sebagai Desa Wisata di Pandeglang. Sejak beberapa hari yang lalu pembangunan desa wisata disini mulai digarap, pemerintah pun akhirnya membuka mata bahwa disini layak dijadikan lokasi dan tujuan wisata. Semua ini menjadi nyata berkat kegigihan seluruh elemen warga dalam memperjuangkan haknya agar dapat hidup sejahtera di negeri Indonesia tercinta ini. Tidak ada yang lebih berjasa dalam hal ini, tidak siapa pun, termasuk saya.

Perlu sobat semua tahu, kampung halaman kami ini adalah sebuah Desa Tertinggal yang berstatus Kelurahan karena berada di wilayah kecamatan Pandeglang yang merupakan ibukota kabupaten Pandeglang. Ironis memang, sebuah kelurahan berstatus desa tertinggal, tapi ini adalah anugerah, karena dengan status ini justru kampung kami menjadi lebih unik. Karena alasan ketertinggalan ini pula yang menjadi alasan saya memutuskan untuk pulang kampung pada tahun 2009, meninggalkan kota Serang dan memilih hidup bersama orang-orang kampung di sini walau pun harus ada yang saya tinggalkan. Berat memang, tapi ini adalah pilihan hidup. pilihannya: Hidup sejahtera sendiri? ataukah bersahaja bersama orang banyak?

Demi Mutu

Barangkali postingan ini lebih tepat disebut 'pemberitahuan', harusnya kami beritahukan sejak bulan Agustus 2013 bahwa produk-produk pertrigonaan komunitas kami yang  berlabel "Trigonas Farmer" tidak dijual di pasaran umum sperti apotik, toko jamu atau gerai-gerai tertentu, hal ini dilakukan mengingat ditemukannya indikasi penggantian label merek yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung-jawab. Pergantian label tersebut sangat mencemaskan pihak komunitas, kekhawatiran kami bukan karena nilai financial namun terhadap mutu madu tersebut.

produk kami
Demi menjaga mutu dan khasiatnya, komunitas dalam rapat pengurus memutuskan bahwa mulai 1 Agustus 2013 semua produk yang dipasarkan di luar di tutup, penjualan produk hanya dilakukan di Workshop Komunitas PAT-LIMA di Pandeglang dan 2 cabang resmi yaitu di Rangkasbitung dan Kota Serang. Di luar dari ketiga lokasi ini dilakukan pemasaran via pos dan beralamat pengirim dari Workshop Komunitas PAT-LIMA Pandeglang sebagai pusat budidaya dan produksi lebah trigona.

Sekali lagi, hal ini dilakukan demi mutu karena kami sangat menjunjung tinggi kepercayaan publik konsumen madu terhadap originalitas produk pertrigonaan kami. Terima kasih atas kepercayaan sobat-sobat semua... kami akan melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan untuk membalas kepercayaan tersebut, dan semoga kita semua terhindar dari perbuatan tercela.

Pada kesempatan ini pula kami sampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan pengiriman produk yang dipesan, hal tersebut terjadi dikarenakan banyaknya pesanan yang masuk kepada kami sementara manajemen kami menerapkan aturan budidaya dan produksi secara organik dam pemanenan hanya dilakukan apabila adanya pesanan, ini semua dilakukan demi mutu. 

Aktivitas Komunitas PAT-LIMA Terbaru


Sobat, beragam aktivitas Komunitas 45 banyak yang terlewatkan dan belum sempat di-share pada blog ini, namun tidak ada salahnya bila dibahas sekarang, bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali (ngeles.com). Dari sini, sebuah kampung yang sebenarnya berada di wilayah perkotaan kami sampaikan beberapa aktivitas komunitas yang berhasil di dokumentasikan.

Oh ya, keberadaan  kami memang di perkampungan namun ini kampung yang menurut saya unik. Kenapa unik? karena daerah kami sebenarnya berstatus Kelurahan dan berada di wilayah Kecamatan Pandeglang ibukota Kabupaten Pandeglang namun suasana alam dan kehidupan masyarakatnya masih seperti pedesaan di pedalaman (karna emang kampung, kali...).  Kelurahan kami masih dalam kategori Desa Tertinggal, hal ini pula lah yang menadi alasan saya memutuskan pulang kampung pada tahun 2009 lalu. Tapi sekarang kampung kami telah berubah lumayan jauh. Nanti kita bahas lebih jauh di artikel selanjutnya.

Jumat, 06 Desember 2013

Komunitas dalam Acara Launching Roadmap SIDa Banten 2013 - 2017

Sobat, pada hari Kamis (5/12) saya mewakili Komunitas menghadiri undangan Pemerintah Provinsi Banten dalam acara Launching Roadmap SIDa Banten di Aula Pendopo Gubernur Banten. Oh ya, SIDa itu singkatan dari Sistem Inovasi Daerah sebagaimana Peraturan Bersama Menristek dan Mendagri Nomor 03 dan 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa).

Pada acara ini ditampilkan juga multimedia tentang SABA JUHUT, program ini memang terpokus pada penguatan Kampung Domba di Kelurahan Juhut Kecamatan Karang Tanjung Pandeglang yang merupakan salah satu program andalan di Provinsi Banten.

Seorang teman bertanya pada saya, apa hubungannya dengan aktivitas kami di budidaya lebah trigona. Memang bila melihat dari sudut pokus program tersebut sulit dikait-kaitkan dengan aktivitas kami, namun semangat memajukan daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui inovasi merupakan jalur dan tujuan yang sama ingin kami raih dalam beraktivitas.

Rabu, 27 November 2013

Bali Bagus 2

Bali, 27 Nopember 2013

Ada sebuah insfirasi bagi saya dalam rangka menciptakan potensi kepariwisataan di Pandeglang yaitu Mini Bird Park di Pandeglang. Bali memiliki lokasi wisata yang beragam namun setiap tempat ramai dikunjungi, di antara beberapa tempat yang saya kunjungi tempat ini adalah tempat favorit saya yaitu "Bali Bird Park" berlokasi di Batu Bulan Gianyar.


Saya akan sedikit menjelaskan keunikan di tempat ini. Bali Bird Park adalah sebuah tempat dimana beragam koleksi burung dari beberapa tempat ada di sini, ada burung asli Bali, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua dan Maluku. Selain jenis-jenis yang berada di Indonesia ada juga burung-burung dari Afrika dan Amerika Selatan.

Bali Bagus 1

Desa Agrowisata 
Bali, 27 Nopember 2013

Saat menulis cerita ini saya berada di Hotel Aroma’s Legian – Bali. Perjalanan ini menjadi sangat penting bagi saya, selain menyenangkan juga menambah wawasan kepariwisataan. Semua orang tahu dan tentu setuju bahwa Pulau Dewata ini adalah kiblatnya kepariwisataan di Indonesia. Bali Bagus! (dua jempol)
display brosur tempat wisata di Bandara, boleh di ambil 
Baiklah sobat, saya datang ke pulau indah ini hari senin pukul 23.00 waktu Bali dan transit di Hotel Ibis. Ini memang bukan perjalanan pertama saya ke Bali namun rasanya tetap merasa senang ketika menginjak lagi tanah harum ini. Begitu pula saat esok harinya saya bersama rombongan berangkat ke Kintamani, walaupun cuacanya hujan dan berkabut namun Dewa-Dewa di sini masih berbaik hati mau menyikapkan tirai alam itu beberapa saat ketika kami tiba disebuah resto di sana, jadi untuk beberapa waktu Gunung Batur dan Danau Batur bisa terlihat, cukup untuk di abadikan oleh pocket camera saya.

Minggu, 17 November 2013

Kunjungan Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Banten

Pandeglang, 19 September 2013

satu jempolan dari Ketua DRD Banten 
Kunjungan Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Banten ini merupakan kunjungan penting terhadap komunitas kami walau di postingnya agak telat dari jadwal yang semestinya.

Kunjungan DRD Provinsi Banten ini memberikan support bagi aktivitas komunitas kami yang tidak hanya eksis dalam upaya budidaya lebah trigona, namun juga dalam bidang penelitian yang terpokus pada lebah trigona yang selama ini di Indonesia kurang mendapat perhatian penting dari kalangan peneliti, baik peneliti akademisi maupun peneliti umum.

Banyak hal yang kami bicarakan pada kunjungan resmi DRD Banten ini, mulai cara budidaya, pengorganisasian, mekanisme pemberdayaan masyarakat, penelitian-penelitian, hingga produksi dan pemasaran.

Pada kesempatan ini pula, ada sebuah pertanyaan penting tentang kami yang diajukan oleh ketua DRD Banten yaitu tentang komitmen kami dalam menjalankan upaya pemberdayaan ini. Sebagaimana komitmen awal yang kami bangun dalam komunitas bahwa kami berdiri sendiri, berjalan sendiri dan menggapai mimpi yang kami bangun sendiri tanpa bantuan pihak lain (pemerintah), makanya tidak akan pernah ada keraguan, ketakutan dan keputusasaan dalam menjalankan kegiatan ini dengan atau tanpa bantuan pemerintah.

Explorasi: Menelusuri Spesies Trigona Putih Yang "Hilang" Part 4

LANCENG PUTIH YANG PENUH MISTIS
[Sebuah Analisa Data] 

Lanceng  adalah salah satu dari sekian banyak nama local di daerah untuk lebah trigona. Lanceng adalah sebutan bagi trigona. sp di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketenaran lebah trigona di dunia bisnis sebenarnya jauh tertinggal oleh kemistisan “Lanceng Putih” dibanding Lanceng jenis lainnya yang tentunya nyata.

Aura mistis seolah-olah hadir ketika mendengar Lanceng Putih karena yang terpikir pertama kali ketika mendengar nama itu adalah keganjilan berbau magis. Begitu pula cerita-cerita tentang si lebah mungil ini, selalu dikaitkan dengan hal-hal yang penuh kegaiban semata. Semua factor aneh tersebut salah satunya yang mendorong saya melakukan eksplorasi langsung ke alam bebas. Besar niatan saya untuk membongkar misteri dari trigona putih khususnya mengenai keberadaannya.

Jumat, 15 November 2013

Road To "Desa Wisata Kampung Lebah Trigona"

Pandeglang, 06 Nopember 2013

Awalnya obrolan di pertemuan ini hanya bersifat biasa, membahas secara umum tentang budidaya lebah trigona di lingkungan komunitas. Obrolan mulai serius ketika Pak Ali Fadillah memberikan masukan kepada kami agar lebih membuka diri terhadap bidang lain yang mungkin bisa dikolaborasikan pada kegiatan komunitas kami. Setidaknya ada sebuah peluang untuk menggapai hal itu, yaitu menciptakan Desa Wisata berbasiskan Lebah Trigona.

Ide ini memang sudah pernah terlintas di benak kami, bahkan pernah dicita-citakan karena bidang pariwisata cenderung lebih berpengaruh terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat di sekitar kawasan wisata.  

Ngobrol santai membahas Desa Wisata

Trigona Spesies Langka "Carbonaria Indonesia" dan Spesies Penting Lainnya di Komunitas

Trigona Carbonaria Smith 1854

Sebagian dari Anda mungkin sudah tahu bahwa Trigona spesies Carbonaria yang ditemukan Smith tahun 1854 pertama kali ditemukan di daratan Australia. T. Carbonaria dan sampai sekarang dijadikan ikon trigona milik negara Suku Aborigin itu, bahkan ada yang beranggapan bahwa T. Carbonaria adalah jenis lebah trigona endemik negeri kanguru.

Anggapan bahwa lebah trigona jenis Carbonaria ini sebagai lebah endemik di Australia tentunya dapat disangkal setelah kami berhasil menemukan lebah trigona jenis itu di negeri ini. T. Carbonaria kami temukan di sebuah pohon di sebuah pinggiran hutan wilayah Kabupaten Lebak. Kini si langka bertubuh hitam legam ini menghiasi farm kami dan menjadi salah satu koleksi penting yang di miliki Komunitas PAT-LIMA. 

T. Carbonaria Smith di Farm Komunitas PAT-LIMA

Kamis, 14 November 2013

Sekolah Lapang Komunitas Pat-Lima 2013

Pandeglang, 06 Nopember 2013

Hari ini komunitas kami menghadiri Sekolah Lapang [SL] yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Pandeglang, tema SL yang baru pertama kali di gelar di Komunitas kami ini adalah "Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Hutan", salah satu bentuk nyata pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan adalah budidaya lebah trigona yang pembinaannya masuk dalam daftar HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) dan pemerintah mempunyai tanggung jawab besar terhadap pemberdayaan potensi daerah ini.

Materi utama SL ini adalah budidaya lebah trigona sebagaimana dibacakan oleh pembawa acara dari Dinas Kehutanan Kabupaten Pandeglang, namun pada kesempatan ini pula dilakukan diskusi komunitas membahas beberapa hal penting tentang budidaya, peningkatan produksi, dan keorganisasian peternak lebah trigona.

Kunjungan TK An - Nur; Mengenal Lebih dekat Lebah Trigona

Pandeglang, 12 Nopember 2013

Hari ini farm kami di kunjungi oleh serombongan anak-anak dari TK An-Nur Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten. Rombongan yang dipimpin oleh Bu Nia selaku kepala sekolahnya, sangat antusias mengikuti sesi demi sesi pengenalan dasar lebah trigona bagi anak. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat dokumentasi tiap sesi kegiatan anak-anak di farm inti komunitas Pat-Lima Pandeglang, laporannya sebagai berikut:

Sesi Perkenalan dan Sambutan Selamat Datang

 Inilah saat anak-anak TK An-Nur pertama masuk ke Farm dibariskan oleh guru-gurunya, kedatanganya di sambut langsung oleh Ketua Umum Komunitas Pat-Lima. Ini adalah sesi perkenalan antara TK An-Nur dengan pihak Komunitas. (nice to meet you, boys)

Sesi Pengenalan Dasar Lebah Trigona

 Pada sesi pengenalan dasar lebah trigona ini awalnya anak-anak berbaris rapih dan teratur tapi dalam waktu 5 menit barisan pun pecah, mereka saling dahulu mendahului ingin melihat lebih dulu dari temannya (namanya juga anak-anak...., hehehe...)

Rabu, 13 November 2013

AME-RIO: Kami ada di Brasilia

Kami bangga bisa bersama-sama dengan AME-RIO (Organisasi Lebah Trigona) dalam melestarikan kekayaan alam yang patut kita jaga selama kita mampu..
Walau terbentang jarak yang jauh: Brasilia - Indonesia, Rio De Janairo - Pandeglang Banten, semangat menjaga bumi dimana pun dapat dilakukan.
Munculnya upaya budidaya lebah trigona kami di blog AME-RIO, mengenalkan bangsa ini ke negara lain, untuk melihat blognya silahkan klik: CINTA RIO: Selamat Datang Musim BUNGA!

Explorasi: Menelusuri Spesies Trigona Putih yang "Hilang" Part 3

TITIK TERANG TRIGONA PUTIH


Prakata

Sebelumnya saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada para sobat komunitas dan para bloger karena selama satu bulan kemarin tidak ada satu pun kabar berita yang kami posting, padahal ada beberapa kabar yang belum kami tulis untuk mengisi postingan di blog ini. Harap di maklum, sebulan kemarin kami disibukkan oleh kegiatan komunitas, pekerjaan dan tentunya eksplorasi teuweul (trigona.spp) putih yang cukup menyita waktu.

Sobat, pencarian klanceng putih selama satu bulan penuh telah memberikan titik terang tentang keberadaannya secara ilmiah. Beragam informasi dari para narasumber mengarahkan saya pada kebingungan yang luar biasa namun mendorong adrenalin saya untuk semakin serius melakukan penelitian di lapangan.

Minggu, 08 September 2013

Cara Cari Sarang Lebah Trigona di Alam



Sebelum menjelaskan bagaimana cara mencari lebah trigona di alam terlebih dahulu kita perlu mengetahui apa dan bagaimana lebah trigona mempertahankan diri, bagi yang sudah tahu cukup ikut menyimak saja.

Budaya Madu di Negeri Kita

Konsumsi madu bangsa kita tergolong paling rendah di dunia yaitu hanya 10-15 gram per kapita per tahun atau hanya satu sendok saja tiap orangnya per tahun. Apa? Baru satu sendok per kapita per tahun? Ih, malu-maluin

Sobat, coba kita tengok Jepang dan Australia yang seratus kali lebih banyak mengkonsumsi madu dibandingkan bangsa kita, kedua bangsa ini mengkonsumsi madu 1.600 gram per orang per tahun. Kenyataan ini tentu saja sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak, Indonesia adalah Negara yang kaya akan spesies lebah penghasil madu baik dari jenis lebah bersengat maupun yang tidak bersengat, nyaris semua jenis lebah di dunia dimiliki negeri megabodiversiti ini. selain itu iklim tropis Indonesia adalah iklim yang sebenarnya sangat mendukung terciptanya budidaya lebah madu, begitu pula ketersediaan sumber pakan di alam yang masih melimpah ruah merupakan peluang besar agar bangsa ini merdeka madu bahkan kalau perlu jadi eksportir madu di dunia!

Ketika Mitos Membentengi Alam

Bila Anda pernah berkunjung ketempat-tempat yang dianggap sacral atau dikeramatkan oleh masyarakat mungkin pernah mendengar atau melihat tulisan larangan-larangan tertentu yang ditujukan kepada kita selaku pengunjung, seperti dilarang mengambil benda-benda tertentu, dilarang membuang sampah sembarang, dilarang merubah posisi benda yang ada di sekitar kawasan, dan sebagainya. Larangan tersebut sebenarnya sebagai upaya mengingatkan kita agar menjadi tamu yang sopan, santun dan ikut serta melestarikan keindahan dan kenyamanan tempat itu.

Senin, 02 September 2013

Diskusi Desa Inovatif bersama Banten Heritage

Pandeglang, 31 Agustus 2013

Lepas magrib ini kami mendapat undangan 'ngobrol sambil ngopi' dari Banten Heritage di Caffe Berog Pandeglang. Tema utama diskusi yaitu tentang Desa Inovatif di Pandeglang.

Hadir pada kesempatan ini jajaran Banten Heritage dan para perintis dan penggiat desa inovatif  yang sementara ini terkonsentrasi di dua kelurahan pada dua kecamatan di Pandeglang yaitu kelurahan Juhut kecamatan Karangtanjung  dan kelurahan Babakan Kalanganyar kecamatan Pandeglang. Kelurahan Juhut sudah sejak tahun 2009 [?] mendapat predikat desa inovatif berbasis peternakan domba hingga dikenal sebagai Kampung Domba, sementara kelurahan kami baru-baru ini mendapat predikat desa inovatif sebagai Kampung Madu Teuweul (trigona sp) di Pandeglang - Banten.

Alam Pandeglang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor peternakan, pertanian dan wisata berbasis keindahan alam dan budaya lokal, selain itu masyarakat Pandeglang adalah masyarakat yang ramah dan memiliki semangat kebersamaan yang masih tinggi hingga sekarang.

Pesona Lebah Trigona dalam RITECH Expo 2013 Part.2

Sebagaimana kami ulas dalam artikel sebelumnya bahwa keberadaan teuweul (trigona. sp) dalam pameran RITECH Expo 2013 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kemarin cukup menyita perhatian para pengunjung pameran, khususnya pengunjung ke stand Provinsi Banten. 

Perlu teman-teman tahu, pada acara pameran ini kebetulan yang memamerkan produk inovatif lebah hanya dari Provinsi Banten yang di ponggawai oleh Komunitas kami. Jadi keberadaan lebah trigona dalam pameran ini seakan-akan memberikan sebuah pernyataan bahwa Indonesia memiliki spesies lebah yang manfaatnya lebih baik dari lebah lainnya. Lebah trigona aseli Indonesia.

Minggu, 01 September 2013

Pesona Lebah Trigona dalam RITECH Expo 2013 Part.1

Lebah trigona yang kami pamerkan pada acara RITECH Expo 2013 di Jakarta hanya dua koloni saja, yaitu satu koloni jenis T. Fuscobaltheata dalam media alami berupa tunggul kayu, dan satu koloni jenis T. Laeviceps dalam kotak kayu atau media buatan.

Banyak pengunjung yang penasaran, mereka ingin tahu banyak tentang lebah tak bersengat ini, awalnya ada yang takut tersengat, wajar saja karena kebanyakan orang beranggapan bahwa lebah itu bersengat. Jangan khawatir, si mungil ini tidak bersengat.

Kepenasaran pun sepertinya di alami pula oleh Ibu Gubernur Banten (Hj. Ratu Atut Chosiyah). Saking penasarannya Ibu Gubernur yang cantik ini berjongkok melihat dengan seksama seperti apa sih teuweul itu?? 

lihat dokumentasi kami di bawah ini:

Komunitas PAT-LIMA dalam RITECH Expo 2013

Jakarta, 29 Agustus 2013

Pemeran ini diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Tekhnologi RI dalam rangka Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional ke 18 Tahun 2013. Pameran ini melibatkan berbagai lembaga baik pusat maupun daerah, tiap-tiap daerah mengirimkan peserta pameran yang dikordinir oleh Pemerintah Provinsi, tentu saja berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.


Di ajang ini tiap-tiap daerah provinsi memamerkan produk-produk inovatif yang telah di pilih oleh tiap daerah. Produk inovatif dimaksud merupakan produk unggulan berbasis inovasi daerah masing-masing dan biasanya sudah berlabel SIDa (Sistem Inovasi Daerah).

Anugerah Pelopor Inovasi

Komunitas Peternak Lebah Trigona - Lingkungan Mandiri (PAT-LIMA) Pandeglang, mengucapkan selamat dan sukses kepada:

Ibu Hj. Ratu Atut Chosiyah 
(Gubernur Banten)


Atas diterimanya Anugerah Pelopor Inovasi dari Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI yang diserahkan langsung oleh Menteri Riset dan Tekhnologi RI Gusti Muhamad Hatta, Pada tanggal 29 Agustus 2013 bertempat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta yang bertepatan dengan puncak perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) Tahun 2013

Semoga Ibu Gubernur tambah bersemangat dalam mendukung upaya kreatif dan inovatif masyarakat Banten dalam rangka peningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Provinsi Banten. 

read here: Banten Infoshare: Anugerah Pelopor Inovasi

Senin, 26 Agustus 2013

Sehari di Dunia Lebah Trigona

Meluangkan waktu sejenak memperhatikan aktivitas lebah trigona yang lalu lalang dan keluar-masuk sarangnya ternyata mampu memberikan efek menenangkan bagi kita. Hal itu telah saya buktikan sendiri dan setahun belakangan ini menjadikannya sebagai rutinitas untuk menghilangkan rasa penat setelah menjalani beragam aktifitas.
Sehari memperhatikan aktivitas lebah trigona telah memberikan banyak inspirasi bagi kehidupan yang saya jalani sekarang. karena alasan itu pula saya semakin kuat untuk mencintai si lebah mungil sebagai hewan kelanggenan saya. Kita dapat memetik banyak pelajaran dari kebiasaan hidup lebah trigona, berikut beberapa kebiasaan koloni lebah trigona yang dapat kita contoh dalam menjalani hidup sehari-hari, baik sebagai diri sendiri maupun sebagai mahluk social.

 Kesadaran Tinggi


Lingkungan social lebah adalah lingkungan yang terstruktur. Tiap-tiap lebah memiliki peran dan deskripsi kerja masing-masing dengan penguasaan dengan baik. Secara natural tiap-tiap strata dalam koloni lebah memiliki hak dan kewajiban yang memiliki aturan dan batasan yang jelas. Seekor lebah pekerja contohnya, sepanjang hayatnya dia akan terus berperan sebagai pekerja, ada yang membersihkan sarangnya, ada yang lalu lalang hinggap dari satu bunga ke bunga lain mencari nectar dan polen, ada yang menambang getah, ada yang bekerja menambal sarang, dan aktivitas lainnya. Semua aktivitas sudah diatur dan dijalankan secara teratur. Tidak ada pembantahan dalam prinsif hidup lebah, mereka hidup sentosa dengan peran dan kekuasaannya masing-masing.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Potensi Budidaya Lebah Trigona di Kawasan Cihunjuran

Budidaya lebah trigona merupakan aktivitas positif terhadap upaya pelestarian alam di samping aktivitas bisnis. Namun untuk melakukan budidaya lebah tak bersengat ini terlebih dahulu perlu melakukan pengkajian dalam menentukan lokasi yang tepat membudidayakan lebah trigona, hal tersebut perlu dilakukan apabila kita ingin memperoleh keuntungan.
Kawasan Cihunjuran yang merupakan kawasan benda cagar budaya peninggalan Kerajaan Salakanagara di kaki gunung Pulosari memiliki potensi besar untuk di kembangkan menjadi lokasi budidaya lebah trigona di Kecamatan Mandalawangi Pandeglang. Selain memiliki suhu yang baik, kawasan ini memiliki sumber pakan yang luar biasa banyak untuk lebah trigona karena berada di kawasan Perum Perhutani KPH Banten yang tentu saja lingkungan hutannya terjaga dengan amat baik.

Potensi tersebut mendorong kami untuk mengembangkan komunitas peternak lebah trigona di wilayah ini bersama dengan warga di sekitar kawasan. 

Jumat, 23 Agustus 2013

Trigona Itama dalam Jurnal Prof. S. Matsumura

STINGLESS BEES COLLECTED BY PROF. S. MATSUMURA FROM SINGAPORE
(Hymenoptera, Apidae)

By. SHOlCHI F. SAKAGAMI 2)
Zoological Institute, Faculty of Science,
Hokkaido University

Trigona (Heterotrigona) itama COCKERELL

Trigona itama COCKERELL 1918: Ann. Mag. Nat. Hist., (9), II: 387; SCHW ARZ 1937: Bull. Amer. Mus. Nat. Rist., 73 : 272, 322, 327.
Trigona (Heterotrigona) itama, ScHWARZ 1939: Bull. Amer. Mus. Nat. Rist., 76: 92 & 96.
Specimens examined: 3 workers, Singapore, Sept. 22, 1932. S. MATSUMURA leg.
This species is widely distributed throughout the Malayan Region (Siam, Malaya, Sumatra, Bangka Is., Borneo and Java).

Trigona (Tetragonal sarawakensis sarawakensis SCHWARZ)

Sehari di Kampung Domba


Sebenarnya tujuan awal datang ke kampung domba di kelurahan Juhut Kecamatan Karangtanjung Pandeglang adalah ingin melihat potensi kawasan juhut untuk rencana pengembangan budidaya lebah trigona, namun tanpa terasa nyaris seharian penuh saya berada di kampung unik itu. Tak banyak yang kami lakukan selain ngobrol-ngobrol tentang pembangunan di pandeglang seraya mengagumi keindahan alam, tak lupa kami mengambil beberapa gambar untuk dokumentasi.

Kamis, 22 Agustus 2013

Menelusuri Kawasan Puncak Gunung Karang

Perubahan iklim yang cukup drastic bulan lalu berakibat pada produktifitas lebah trigona di peternakan komunitas kami. Atas inisiatif sendiri pada awal bulan Agustus tepatnya setelah lebaran kemarin kami melakukan peninjauan langsung ke wilayah gunung karang. Tujuan utamanya adalah melakukan pendataan populasi lebah trigona spesies Itama di sekitar puncak gunung, namun ada sebuah pemandangan yang mencemaskan saat melihat kondisi lingkungan gunung karang yang mulai di rusak oleh oknum warga.


Trigona 'Gagak' Itama

Trigona Itama merupakan lebah tak bersengat yang termasuk dalam genera Heterotrigona. Setiap jenis trigona yang bergenera heterotrigona memiliki ciri yang mudah dibedakan yaitu memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, ukuran tubuh trigona jenis ini bisa mencapai 9 mm.
Trigona Itama pertama ditemukan oleh Cockerrel pada tahun 1918, dan ditemukan kembali spesies yang sama oleh Cockerell pada tahun 1919 dengan varitas berbeda yaitu Trigona itama var a Cockerell dan Trigona breviceps Cockerell.

Rabu, 21 Agustus 2013

Cara Memperoleh Sertifikasi Organik bagi Peternakan Lebah

Memperoleh sertifikasi organic pada peternakan lebah merupakan salah satu impian dan cita-cita besar dari setiap pembudidaya. Dengan diperolehnya sertifikat ini maka kualitas produk perlebahan yang di budidayakan, menjadi lebih terjamin dan tentunya akan meningkatkan nilai jual produk lebah dari peternakan kita.
Trend dunia ‘kembali ke produk alami’ bukan hanya membuka peluang bisnis yang besar, namun juga membuka ruang pemalsuan dan atau perekayasaan produk-produk alami yang semestinya tetap terjaga kealamiannya. Sertifikasi organic merupakan solusi besar untuk melindungi konsumen dari kenakalan para produsen pangan organic yang tidak bertanggung-jawab.

Berkaitan dengan hal tersebut, kami akan berbagi informasi tentang cara memperoleh sertifikasi organic bagi peternakan lebah secara umum sesuai dengan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) SNI  01-6729 –XXXX tentang Sistem Pangan Organik, artinya peraturan ini tidak hanya berlaku pada lebah madu (A. Meilvera, A. Cerana) namun berlaku pula pada jenis lebah lain yang menghasilkan madu seperti lebah trigona.

Selamat Datang Musim Bunga

Bulan Juli dan awal Agustus 2013 merupakan masa paceklik madu pada seluruh peternak binaan Komunitas PAT-LIMA, nyaris semua peternak pada kedua bulan ini memperoleh penurunan pendapatan khususnya dari madu, apabila di persentasikan penghasilan madu pada siklus ini menurun sampai 75%, untungnya penurunan hasil panen madu tersebut tidak berpengaruh terhadap perolehan bee polen yang cenderung meningkat walau tidak signifikan.

Pada siklus krisis madu ini di ikuti pula oleh persoalan hama yang hampir menyerang seluruh peternak, selidik punya selidik, hama utama yang memporak-porandakan peternakan lebah trigona di lingkungan komunitas adalah hama sejenis tungau atau kebo-keboan. Sekitar 30% koloni di peternakan inti komunitas ikut terserang hama ini. Penyebab utama kedua persoalan tersebut adalah adanya pengaruh perubahan iklim di Pandeglang yang sangat drastic. Temperature yang tidak stabil dan curah hujan yang tinggi menyebabkan lebah trigona sulit mencari pakan karena keterbatasan fisiknya yang kecil.

[pot-pot madu terbaru di peternakan binaan; bunga baru, napas baru]

Trigona Thoracica

Dari sekian banyak jenis lebah trigona, T. Thoracica ini dapat di bilang cukup special. Selain memiliki ukuran tubuh yang lebih besar jika dibandingkan lebah trigona lainnya, ia memiliki ciri yang mudah dibedakan pada warna tubuhnya yang didominasi warna hitam kecoklatan alias brownies dan bagian thorax yang berwarna coklat.
T. Thoracica bergenera Heterotrigona, pertama kali ditemukan oleh Smith tahun 1857, kemudian ditemukan lagi dalam beberapa eksplorasi lain yaitu oleh Cameron tahun 1902 dengan nama Trigona lacteifasciata Cameron, Trigona ambusta oleh Cockerell tahun 1918, dan Trigona borneensis oleh Friese tahun 1933 di Pulau Kalimantan.

Di daerah kami trigona jenis ini disebut ‘teuweul taneuh’. Dahulu spesies ini sering dijumpai oleh para penggarap kebun, biasa bersarang di tebing-tebing atau tanah ladang yang posisinya miring alias curam, namun sekarang populasinya sudah jauh berkurang dan bahkan termasuk jenis yang langka di Pandeglang.
Berdasarkan hasil penelusuran kami di salah satu wilayah pegunungan di Pandeglang T. Thoracica berhasil ditemukan satu koloni lebah jenis ini, di sebuah tebing di puncak gunung. Koloni tersebut tetap berada di tempat semula dan untuk beberapa waktu kedepan tidak akan dipindahkan dengan pertimbangan bahwa lebah langka ini masih perlu dilindungi keberadaannya di habitat aslinya. Upaya pemindahan koloni hanya akan dilakukan apabila sudah diyakini lebah jenis ini dapat dikembang-biakan dengan baik dengan resiko nol persen untuk kegagalan yang malah akan berdampak pada pemusnahan koloni. Oleh karena alasan itu pula lokasi temuan spesies ini tidak kami publikasikan.
Namun demikian, pada artikel ini kami akan memberikan gambaran situasi dan kondisi koloni sesuai temuan, yaitu tentang pintu masuk (entrance), susunan dan isian sarang, dan bentuk fisik produk alamiahnya.

Minggu, 18 Agustus 2013

Benarkah Serbuk Sari (Polen) bisa Melompat?

Mengkaji tentang dunia lebah memang seakan takan pernah ada habisnya, dan cabang keilmuannya pun cukup beragam. Sebagian orang beranggapan bahwa kajian tentang dunia lebah cenderung pada bidang biologi saja, dan itu tidak salah. Seiring kemajuan dunia penelitian kajian tentang mahluk kecil ini berkaitan pula dengan cabang ilmu lain seperti kimia, fisika, social, kesehatan dan bahkan ekonomi. Mengapa ekonomi? Tahukan Anda berapa juta orang di dunia ini yang hidup kaya raya karena mengusahakan lebah ini?
Dan, pada kesempatan kali ini kami tidak akan membahas ‘si kaya dari usaha lebah’, tapi kekayaan prilaku lebah terhadap pelestarian keanekaragaman hayati yang takan pernah ternilai harganya.    
Pada kesempatan ini kami akan menyingkap sebuah rahasia alam tentang serbuk sari (polen) yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup kita.

Tahukah Anda bahwa serbuk sari bisa melompat? Melompat, masa sih?
Ini serius sobat.
Fakta ilmiah menyatakan bahwa lebah membantu penyerbukan bunga dengan cara mengumpulkan serbuk sari dari satu bunga lalu membawanya ke bunga lain yang sejenis tentunya.  

Minggu, 11 Agustus 2013

Aktivitas Komunitas PAT-LIMA Sepanjang Ramadhan 2013

Sepanjang bulan seribu berkah kemarin, banyak kegiatan yang kami lakukan. Sebagian kegiatan pada Komunitas Budidaya Lebah Trigona sudah di posting pada berbagai artikel diantaranya tentang kunjungan dari BPPT, Kemenristek dan Balitbangda Banten dalam rangka Desa Inovatif dan SIDa Banten, kunjungan Menteri Bidang Perekonomian ke Pandeglang, serta liputan lainnya.


Berikut rangkaian kegiatan Komunitas PAT-LIMA selama bulan Ramadhan 2013:

Sabtu, 10 Agustus 2013

Ketika Lebah Musnah

”Apabila lebah menghilang (musnah) dari permukaan bumi, manusia hanya punya sisa waktu hidup empat tahun. Tak ada lagi lebah, tak ada lagi penyerbukan, tak ada lagi tumbuhan, tak ada lagi hewan, tak ada lagi manusia.”

Tulisan di atas merupakan sebuah kutipan dari Albert Einstein. Orang tercerdas yang pernah ada di bumi ini tentunya bukan sebagai entomologis, bukan pula sebagai peternak lebah pada masanya. Namun memiliki pemikiran yang amat serius tentang kehidupan yang sangat dipengaruhi oleh eksistensi lebah.


Rabu, 07 Agustus 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah

Assalamu'alaikum, Sobat!

Tidak terasa sudah satu bulan penuh kita menjalani puasa dan esok akan kita rayakan hari kemenangan bagi kita yang merayakannya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya sebagai admin pada http://trigonasfarmer.blogspot.com serta mewakili Komunitas Peternak Trigona Lingkungan Mandiri (PaT-LiMA) memohon maaf sedalam-dalamnya apabila selama ini ada kesalahan kami dalam menyampaikan artikel atau ada tulisan yang menyinggung perasaan saudara-saudaraku sekalian baik tersurat maupun tersirat.

Pada kesempatan ini pula saya mengucapkan beribu terima kasih kepada para sahabat bloger serta para pengunjung http://trigonasfarmer.blogspot.com yang telah sudi meluangkan waktu dan kesempatan untuk mampir ke blog ini, semoga Allah membalas kebaikan sobat semua.

Ucapan maaf dan terima kasih ini pula saya tunjukkan kepada seluruh pihak yang pernah berkunjung langsung ke farm kami. Kunjungan Anda semua telah memberikan motivasi kepada komunitas kami agar lebih baik pada hari-hari mendatang.

Semoga Allah senantiasa memberikan berkah kesehatan dan keselamatan kepada kita semua. 


Jabat erat dari kami untuk Anda semua,

Wassalam...

Komunitas PaT-LiMA
Admin dan Kolumnis 
http://trigonasfarmer.blogspot.com

Cara Membuat Sarang Buatan pada Budidaya Lebah Trigona

Cara membuat sarang buatan lebah trigona memang perlu kita kuasai dalam upaya budidaya lebah trigona tentunya disamping cara budidaya lebah trigona yang lainnya seperti pengenalan karakter si kelulut, siklus musim dan produksi, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan ini kami sebagai komunitas peternakan lebah yang berlokasi di kaki Gunung Karang Pandeglang akan mencoba memberikan gambaran beberapa jenis contoh sarang buatan untuk budidaya lebah trigona yang di ambil dari berbagai sumber. Memang, sarang buatan untuk klanceng tidak ada ukuran dan bentuk yang baku, tiap peternak memiliki kreatifitas sendiri dalam membuatnya.

Penggunaan material kayu sebagai bahan pembuatan sarang buatan lebah trigona merupakan bahan yang paling sering dipakai peternak, bahkan ada yang hanya memindahkan batang pohon dari hutan ke peternakannya.

Penggunaan material kayu untuk masa sekarang barangkali masih sah-sah saja, termasuk pemindahan batang pohon yang berisi koloni, walau demikian di Rio de Janairo – Brasilia sana, upaya budidaya lebah trigona meliponini sebagian besar ditujukan untuk kepentingan pelestarian lingkungan dan meliponicultura. AME-RIO (Associacao de Meliponiaculture – Rio de Janairo), sebuah komunitas pelestarian lebah tak bersengat yang di ketuai oleh Gesimar Celio de Santos itu sangat antusias dalam pelestarian lebah trigona sebagai keanekaragaman hayati di negaranya dan kami banyak belajar kepada komunitas yang satu ini. Hingga sekarang AME-RIO masih berusaha keras bagaimana caranya membuat sarang buatan untuk lebah dengan lebih ramah lingkungan, tentunya dengan tidak menggunakan material kayu sebagai bahan utama pembuatan sarang buatannya.

Selasa, 06 Agustus 2013

Cara Lebah Tak Bersengat Mengatasi Suhu Lingkungan

Lebah trigona merupakan jenis lebah yang tahan terhadap berbagai kondisi iklim, hal ini pernah saya bahas dalam sebuah artikel ‘memilih lokasi budidaya lebah trigona’, namun pada kesempatan ini saya akan membahas khusus tentang factor suhu lingkungan.

Berdasarkan pantaua kami salah satu spesies lebah trigona yang paling tahan dalam berbagai kondisi iklim adalah T. Laeviceps.  Selain factor suhu lingkungan yang alami, salah satu penyebab lebah trigona mampu bertahan hidup pada berbagai kondisi lingkungan yang berbeda adalah kemampuannya dalam mengatur suhu dalam sarangnya. Suhu ideal untuk lebah adalah 30-35 derajat celcius. Lebah akan memulai kegiatannya apabila suhu di dalam sarang di atas 18 derajat celcius, pada suhu tersebut ratu aktif bertelur dan aktifitas lebah pekerja pun meningkat.

Penempatan sel-sel dalam sarang lebah trigona berkaitan erat dengan rekayasa suhu yang diciptakan lebah trigona dalam sarangnya. Sel-sel pengeraman yang berisi telur, larva dan pupa biasanya diletakkan pada bagian pertama atau bagian sarang yang mendekati entrance. Sedangkan sel-sel penyimpanan lainnya (madu dan beepolen) di simpan pada bagian yang lebih jauh dari pintu masuk (entrance). Tata letak ini berfungsi sebagai pelindung daerah tetasan atau alat penyangga suhu yang di rekayasa oleh lebah trigona.

Dalam mengatasi persoalan suhu lingkungan, lebah trigona terbilang pandai dalam menyiasatinya dan ini merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh sang Klanceng. Suhu lingkungan sangat mempengaruhi keberlansungan hidup koloni, suhu lingkungan bagi lebah tak bersengat di kenal dua jenis suhu, yaitu suhu dingin dan suhu panas.

 [sekelompok T. laeviceps]

Minggu, 04 Agustus 2013

Cara Lebah Trigona Membangun Sarang dan Bertelur

Bagaimanakah lebah trigona--si lebah tak bersengat--membangun sarangnya? Apa yang dilakukan lebah pekerja dan sang ratu lebah ketika menyimpan telur-telurnya ke dalam pot-pot telur dalam sarangnya? peristiwa penting tersebut dapat Anda lihat di sini. Anda akan menjadi saksi berlangsungnya peristiwa penting dari lebah trigona spesies Itama ini.