UA-42393073-1

Senin, 26 Agustus 2013

Sehari di Dunia Lebah Trigona

Meluangkan waktu sejenak memperhatikan aktivitas lebah trigona yang lalu lalang dan keluar-masuk sarangnya ternyata mampu memberikan efek menenangkan bagi kita. Hal itu telah saya buktikan sendiri dan setahun belakangan ini menjadikannya sebagai rutinitas untuk menghilangkan rasa penat setelah menjalani beragam aktifitas.
Sehari memperhatikan aktivitas lebah trigona telah memberikan banyak inspirasi bagi kehidupan yang saya jalani sekarang. karena alasan itu pula saya semakin kuat untuk mencintai si lebah mungil sebagai hewan kelanggenan saya. Kita dapat memetik banyak pelajaran dari kebiasaan hidup lebah trigona, berikut beberapa kebiasaan koloni lebah trigona yang dapat kita contoh dalam menjalani hidup sehari-hari, baik sebagai diri sendiri maupun sebagai mahluk social.

 Kesadaran Tinggi


Lingkungan social lebah adalah lingkungan yang terstruktur. Tiap-tiap lebah memiliki peran dan deskripsi kerja masing-masing dengan penguasaan dengan baik. Secara natural tiap-tiap strata dalam koloni lebah memiliki hak dan kewajiban yang memiliki aturan dan batasan yang jelas. Seekor lebah pekerja contohnya, sepanjang hayatnya dia akan terus berperan sebagai pekerja, ada yang membersihkan sarangnya, ada yang lalu lalang hinggap dari satu bunga ke bunga lain mencari nectar dan polen, ada yang menambang getah, ada yang bekerja menambal sarang, dan aktivitas lainnya. Semua aktivitas sudah diatur dan dijalankan secara teratur. Tidak ada pembantahan dalam prinsif hidup lebah, mereka hidup sentosa dengan peran dan kekuasaannya masing-masing.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Potensi Budidaya Lebah Trigona di Kawasan Cihunjuran

Budidaya lebah trigona merupakan aktivitas positif terhadap upaya pelestarian alam di samping aktivitas bisnis. Namun untuk melakukan budidaya lebah tak bersengat ini terlebih dahulu perlu melakukan pengkajian dalam menentukan lokasi yang tepat membudidayakan lebah trigona, hal tersebut perlu dilakukan apabila kita ingin memperoleh keuntungan.
Kawasan Cihunjuran yang merupakan kawasan benda cagar budaya peninggalan Kerajaan Salakanagara di kaki gunung Pulosari memiliki potensi besar untuk di kembangkan menjadi lokasi budidaya lebah trigona di Kecamatan Mandalawangi Pandeglang. Selain memiliki suhu yang baik, kawasan ini memiliki sumber pakan yang luar biasa banyak untuk lebah trigona karena berada di kawasan Perum Perhutani KPH Banten yang tentu saja lingkungan hutannya terjaga dengan amat baik.

Potensi tersebut mendorong kami untuk mengembangkan komunitas peternak lebah trigona di wilayah ini bersama dengan warga di sekitar kawasan. 

Jumat, 23 Agustus 2013

Trigona Itama dalam Jurnal Prof. S. Matsumura

STINGLESS BEES COLLECTED BY PROF. S. MATSUMURA FROM SINGAPORE
(Hymenoptera, Apidae)

By. SHOlCHI F. SAKAGAMI 2)
Zoological Institute, Faculty of Science,
Hokkaido University

Trigona (Heterotrigona) itama COCKERELL

Trigona itama COCKERELL 1918: Ann. Mag. Nat. Hist., (9), II: 387; SCHW ARZ 1937: Bull. Amer. Mus. Nat. Rist., 73 : 272, 322, 327.
Trigona (Heterotrigona) itama, ScHWARZ 1939: Bull. Amer. Mus. Nat. Rist., 76: 92 & 96.
Specimens examined: 3 workers, Singapore, Sept. 22, 1932. S. MATSUMURA leg.
This species is widely distributed throughout the Malayan Region (Siam, Malaya, Sumatra, Bangka Is., Borneo and Java).

Trigona (Tetragonal sarawakensis sarawakensis SCHWARZ)

Sehari di Kampung Domba


Sebenarnya tujuan awal datang ke kampung domba di kelurahan Juhut Kecamatan Karangtanjung Pandeglang adalah ingin melihat potensi kawasan juhut untuk rencana pengembangan budidaya lebah trigona, namun tanpa terasa nyaris seharian penuh saya berada di kampung unik itu. Tak banyak yang kami lakukan selain ngobrol-ngobrol tentang pembangunan di pandeglang seraya mengagumi keindahan alam, tak lupa kami mengambil beberapa gambar untuk dokumentasi.

Kamis, 22 Agustus 2013

Menelusuri Kawasan Puncak Gunung Karang

Perubahan iklim yang cukup drastic bulan lalu berakibat pada produktifitas lebah trigona di peternakan komunitas kami. Atas inisiatif sendiri pada awal bulan Agustus tepatnya setelah lebaran kemarin kami melakukan peninjauan langsung ke wilayah gunung karang. Tujuan utamanya adalah melakukan pendataan populasi lebah trigona spesies Itama di sekitar puncak gunung, namun ada sebuah pemandangan yang mencemaskan saat melihat kondisi lingkungan gunung karang yang mulai di rusak oleh oknum warga.


Trigona 'Gagak' Itama

Trigona Itama merupakan lebah tak bersengat yang termasuk dalam genera Heterotrigona. Setiap jenis trigona yang bergenera heterotrigona memiliki ciri yang mudah dibedakan yaitu memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, ukuran tubuh trigona jenis ini bisa mencapai 9 mm.
Trigona Itama pertama ditemukan oleh Cockerrel pada tahun 1918, dan ditemukan kembali spesies yang sama oleh Cockerell pada tahun 1919 dengan varitas berbeda yaitu Trigona itama var a Cockerell dan Trigona breviceps Cockerell.

Rabu, 21 Agustus 2013

Cara Memperoleh Sertifikasi Organik bagi Peternakan Lebah

Memperoleh sertifikasi organic pada peternakan lebah merupakan salah satu impian dan cita-cita besar dari setiap pembudidaya. Dengan diperolehnya sertifikat ini maka kualitas produk perlebahan yang di budidayakan, menjadi lebih terjamin dan tentunya akan meningkatkan nilai jual produk lebah dari peternakan kita.
Trend dunia ‘kembali ke produk alami’ bukan hanya membuka peluang bisnis yang besar, namun juga membuka ruang pemalsuan dan atau perekayasaan produk-produk alami yang semestinya tetap terjaga kealamiannya. Sertifikasi organic merupakan solusi besar untuk melindungi konsumen dari kenakalan para produsen pangan organic yang tidak bertanggung-jawab.

Berkaitan dengan hal tersebut, kami akan berbagi informasi tentang cara memperoleh sertifikasi organic bagi peternakan lebah secara umum sesuai dengan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) SNI  01-6729 –XXXX tentang Sistem Pangan Organik, artinya peraturan ini tidak hanya berlaku pada lebah madu (A. Meilvera, A. Cerana) namun berlaku pula pada jenis lebah lain yang menghasilkan madu seperti lebah trigona.

Selamat Datang Musim Bunga

Bulan Juli dan awal Agustus 2013 merupakan masa paceklik madu pada seluruh peternak binaan Komunitas PAT-LIMA, nyaris semua peternak pada kedua bulan ini memperoleh penurunan pendapatan khususnya dari madu, apabila di persentasikan penghasilan madu pada siklus ini menurun sampai 75%, untungnya penurunan hasil panen madu tersebut tidak berpengaruh terhadap perolehan bee polen yang cenderung meningkat walau tidak signifikan.

Pada siklus krisis madu ini di ikuti pula oleh persoalan hama yang hampir menyerang seluruh peternak, selidik punya selidik, hama utama yang memporak-porandakan peternakan lebah trigona di lingkungan komunitas adalah hama sejenis tungau atau kebo-keboan. Sekitar 30% koloni di peternakan inti komunitas ikut terserang hama ini. Penyebab utama kedua persoalan tersebut adalah adanya pengaruh perubahan iklim di Pandeglang yang sangat drastic. Temperature yang tidak stabil dan curah hujan yang tinggi menyebabkan lebah trigona sulit mencari pakan karena keterbatasan fisiknya yang kecil.

[pot-pot madu terbaru di peternakan binaan; bunga baru, napas baru]

Trigona Thoracica

Dari sekian banyak jenis lebah trigona, T. Thoracica ini dapat di bilang cukup special. Selain memiliki ukuran tubuh yang lebih besar jika dibandingkan lebah trigona lainnya, ia memiliki ciri yang mudah dibedakan pada warna tubuhnya yang didominasi warna hitam kecoklatan alias brownies dan bagian thorax yang berwarna coklat.
T. Thoracica bergenera Heterotrigona, pertama kali ditemukan oleh Smith tahun 1857, kemudian ditemukan lagi dalam beberapa eksplorasi lain yaitu oleh Cameron tahun 1902 dengan nama Trigona lacteifasciata Cameron, Trigona ambusta oleh Cockerell tahun 1918, dan Trigona borneensis oleh Friese tahun 1933 di Pulau Kalimantan.

Di daerah kami trigona jenis ini disebut ‘teuweul taneuh’. Dahulu spesies ini sering dijumpai oleh para penggarap kebun, biasa bersarang di tebing-tebing atau tanah ladang yang posisinya miring alias curam, namun sekarang populasinya sudah jauh berkurang dan bahkan termasuk jenis yang langka di Pandeglang.
Berdasarkan hasil penelusuran kami di salah satu wilayah pegunungan di Pandeglang T. Thoracica berhasil ditemukan satu koloni lebah jenis ini, di sebuah tebing di puncak gunung. Koloni tersebut tetap berada di tempat semula dan untuk beberapa waktu kedepan tidak akan dipindahkan dengan pertimbangan bahwa lebah langka ini masih perlu dilindungi keberadaannya di habitat aslinya. Upaya pemindahan koloni hanya akan dilakukan apabila sudah diyakini lebah jenis ini dapat dikembang-biakan dengan baik dengan resiko nol persen untuk kegagalan yang malah akan berdampak pada pemusnahan koloni. Oleh karena alasan itu pula lokasi temuan spesies ini tidak kami publikasikan.
Namun demikian, pada artikel ini kami akan memberikan gambaran situasi dan kondisi koloni sesuai temuan, yaitu tentang pintu masuk (entrance), susunan dan isian sarang, dan bentuk fisik produk alamiahnya.

Minggu, 18 Agustus 2013

Benarkah Serbuk Sari (Polen) bisa Melompat?

Mengkaji tentang dunia lebah memang seakan takan pernah ada habisnya, dan cabang keilmuannya pun cukup beragam. Sebagian orang beranggapan bahwa kajian tentang dunia lebah cenderung pada bidang biologi saja, dan itu tidak salah. Seiring kemajuan dunia penelitian kajian tentang mahluk kecil ini berkaitan pula dengan cabang ilmu lain seperti kimia, fisika, social, kesehatan dan bahkan ekonomi. Mengapa ekonomi? Tahukan Anda berapa juta orang di dunia ini yang hidup kaya raya karena mengusahakan lebah ini?
Dan, pada kesempatan kali ini kami tidak akan membahas ‘si kaya dari usaha lebah’, tapi kekayaan prilaku lebah terhadap pelestarian keanekaragaman hayati yang takan pernah ternilai harganya.    
Pada kesempatan ini kami akan menyingkap sebuah rahasia alam tentang serbuk sari (polen) yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup kita.

Tahukah Anda bahwa serbuk sari bisa melompat? Melompat, masa sih?
Ini serius sobat.
Fakta ilmiah menyatakan bahwa lebah membantu penyerbukan bunga dengan cara mengumpulkan serbuk sari dari satu bunga lalu membawanya ke bunga lain yang sejenis tentunya.  

Minggu, 11 Agustus 2013

Aktivitas Komunitas PAT-LIMA Sepanjang Ramadhan 2013

Sepanjang bulan seribu berkah kemarin, banyak kegiatan yang kami lakukan. Sebagian kegiatan pada Komunitas Budidaya Lebah Trigona sudah di posting pada berbagai artikel diantaranya tentang kunjungan dari BPPT, Kemenristek dan Balitbangda Banten dalam rangka Desa Inovatif dan SIDa Banten, kunjungan Menteri Bidang Perekonomian ke Pandeglang, serta liputan lainnya.


Berikut rangkaian kegiatan Komunitas PAT-LIMA selama bulan Ramadhan 2013:

Sabtu, 10 Agustus 2013

Ketika Lebah Musnah

”Apabila lebah menghilang (musnah) dari permukaan bumi, manusia hanya punya sisa waktu hidup empat tahun. Tak ada lagi lebah, tak ada lagi penyerbukan, tak ada lagi tumbuhan, tak ada lagi hewan, tak ada lagi manusia.”

Tulisan di atas merupakan sebuah kutipan dari Albert Einstein. Orang tercerdas yang pernah ada di bumi ini tentunya bukan sebagai entomologis, bukan pula sebagai peternak lebah pada masanya. Namun memiliki pemikiran yang amat serius tentang kehidupan yang sangat dipengaruhi oleh eksistensi lebah.


Rabu, 07 Agustus 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah

Assalamu'alaikum, Sobat!

Tidak terasa sudah satu bulan penuh kita menjalani puasa dan esok akan kita rayakan hari kemenangan bagi kita yang merayakannya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya sebagai admin pada http://trigonasfarmer.blogspot.com serta mewakili Komunitas Peternak Trigona Lingkungan Mandiri (PaT-LiMA) memohon maaf sedalam-dalamnya apabila selama ini ada kesalahan kami dalam menyampaikan artikel atau ada tulisan yang menyinggung perasaan saudara-saudaraku sekalian baik tersurat maupun tersirat.

Pada kesempatan ini pula saya mengucapkan beribu terima kasih kepada para sahabat bloger serta para pengunjung http://trigonasfarmer.blogspot.com yang telah sudi meluangkan waktu dan kesempatan untuk mampir ke blog ini, semoga Allah membalas kebaikan sobat semua.

Ucapan maaf dan terima kasih ini pula saya tunjukkan kepada seluruh pihak yang pernah berkunjung langsung ke farm kami. Kunjungan Anda semua telah memberikan motivasi kepada komunitas kami agar lebih baik pada hari-hari mendatang.

Semoga Allah senantiasa memberikan berkah kesehatan dan keselamatan kepada kita semua. 


Jabat erat dari kami untuk Anda semua,

Wassalam...

Komunitas PaT-LiMA
Admin dan Kolumnis 
http://trigonasfarmer.blogspot.com

Cara Membuat Sarang Buatan pada Budidaya Lebah Trigona

Cara membuat sarang buatan lebah trigona memang perlu kita kuasai dalam upaya budidaya lebah trigona tentunya disamping cara budidaya lebah trigona yang lainnya seperti pengenalan karakter si kelulut, siklus musim dan produksi, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan ini kami sebagai komunitas peternakan lebah yang berlokasi di kaki Gunung Karang Pandeglang akan mencoba memberikan gambaran beberapa jenis contoh sarang buatan untuk budidaya lebah trigona yang di ambil dari berbagai sumber. Memang, sarang buatan untuk klanceng tidak ada ukuran dan bentuk yang baku, tiap peternak memiliki kreatifitas sendiri dalam membuatnya.

Penggunaan material kayu sebagai bahan pembuatan sarang buatan lebah trigona merupakan bahan yang paling sering dipakai peternak, bahkan ada yang hanya memindahkan batang pohon dari hutan ke peternakannya.

Penggunaan material kayu untuk masa sekarang barangkali masih sah-sah saja, termasuk pemindahan batang pohon yang berisi koloni, walau demikian di Rio de Janairo – Brasilia sana, upaya budidaya lebah trigona meliponini sebagian besar ditujukan untuk kepentingan pelestarian lingkungan dan meliponicultura. AME-RIO (Associacao de Meliponiaculture – Rio de Janairo), sebuah komunitas pelestarian lebah tak bersengat yang di ketuai oleh Gesimar Celio de Santos itu sangat antusias dalam pelestarian lebah trigona sebagai keanekaragaman hayati di negaranya dan kami banyak belajar kepada komunitas yang satu ini. Hingga sekarang AME-RIO masih berusaha keras bagaimana caranya membuat sarang buatan untuk lebah dengan lebih ramah lingkungan, tentunya dengan tidak menggunakan material kayu sebagai bahan utama pembuatan sarang buatannya.

Selasa, 06 Agustus 2013

Cara Lebah Tak Bersengat Mengatasi Suhu Lingkungan

Lebah trigona merupakan jenis lebah yang tahan terhadap berbagai kondisi iklim, hal ini pernah saya bahas dalam sebuah artikel ‘memilih lokasi budidaya lebah trigona’, namun pada kesempatan ini saya akan membahas khusus tentang factor suhu lingkungan.

Berdasarkan pantaua kami salah satu spesies lebah trigona yang paling tahan dalam berbagai kondisi iklim adalah T. Laeviceps.  Selain factor suhu lingkungan yang alami, salah satu penyebab lebah trigona mampu bertahan hidup pada berbagai kondisi lingkungan yang berbeda adalah kemampuannya dalam mengatur suhu dalam sarangnya. Suhu ideal untuk lebah adalah 30-35 derajat celcius. Lebah akan memulai kegiatannya apabila suhu di dalam sarang di atas 18 derajat celcius, pada suhu tersebut ratu aktif bertelur dan aktifitas lebah pekerja pun meningkat.

Penempatan sel-sel dalam sarang lebah trigona berkaitan erat dengan rekayasa suhu yang diciptakan lebah trigona dalam sarangnya. Sel-sel pengeraman yang berisi telur, larva dan pupa biasanya diletakkan pada bagian pertama atau bagian sarang yang mendekati entrance. Sedangkan sel-sel penyimpanan lainnya (madu dan beepolen) di simpan pada bagian yang lebih jauh dari pintu masuk (entrance). Tata letak ini berfungsi sebagai pelindung daerah tetasan atau alat penyangga suhu yang di rekayasa oleh lebah trigona.

Dalam mengatasi persoalan suhu lingkungan, lebah trigona terbilang pandai dalam menyiasatinya dan ini merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh sang Klanceng. Suhu lingkungan sangat mempengaruhi keberlansungan hidup koloni, suhu lingkungan bagi lebah tak bersengat di kenal dua jenis suhu, yaitu suhu dingin dan suhu panas.

 [sekelompok T. laeviceps]

Minggu, 04 Agustus 2013

Cara Lebah Trigona Membangun Sarang dan Bertelur

Bagaimanakah lebah trigona--si lebah tak bersengat--membangun sarangnya? Apa yang dilakukan lebah pekerja dan sang ratu lebah ketika menyimpan telur-telurnya ke dalam pot-pot telur dalam sarangnya? peristiwa penting tersebut dapat Anda lihat di sini. Anda akan menjadi saksi berlangsungnya peristiwa penting dari lebah trigona spesies Itama ini. 

Jumat, 02 Agustus 2013

Keajaiban dari Lebah Trigona bagi Penderita Leukimia

Judul artikel di atas tidak sembarangan saya buat, karena kita semua tahu bahwa penyakit yang satu ini merupakan penyakit yang sangat mengerikan bahkan telah memakan banyak korban. Menurut Bung Wiki (Wikipedia), pada tahun 2000 terdapat sekitar 256,000 anak dan dewasa di seluruh dunia menderita penyakit sejenis leukemia, dan 209,000 orang diantaranya meninggal karena penyakit tersebut, Hampir 90% dari semua penderita yang terdiagnosa adalah dewasa.   
Sebenarnya saya ingin menulis tentang tema ini sejak satu bulan yang lalu setelah bertemu dengan seorang anak yang dapat di selamatkan dari ancaman leukemia dengan menggunakan produk alamiah lebah trigona yaitu madu dan serbuk sarinya. Namun karena takut dianggap terlalu terburu-buru niat tersebut saya simpan dan baru hari ini saya putuskan untuk di tulis dan di posting pada blog ini tentunya setelah mendapat ijin dari yang bersangkutan.
Baiklah, semoga pengalaman ini bermanfaat buat yang lainnya.

Kamis, 01 Agustus 2013

Anatomi dan Sistem Reproduksi Lebah Trigona (Lanjutan)

Terkait dengan system reproduksi lebah trigona pada artikel sebelumnya, berikut ini kami bahas mengenai metamorphosis lebah trigona.

METAMORFOSIS

Lebah trigona mengalami metamorfosa lengkap. Dalam proses metamorfosa terjadi empat fase yaitu: telur, larva, pupa dan dewasa. Di bawah ini penjelasan singkat mengenai proses metamorfosa tersebut.

Telur

[gambar bentuk susunan telur lebah trigona]

Anatomi dan Sistem Reproduksi Lebah Trigona

Sebagaimana kita tahu lebah trigona (stingless bee) adalah insekta penghasil madu, beepollen (serbuk sari), propolis (zat perekat) dan malam hitam (black wax). Namun kali ini kita akan membahas tentang anatomi dan system reproduksi lebah tak bersengat tersebut bukan hasil produk alaminya.

Artikel tentang anatomi dan system reproduksi lebah trigona ini merupakan permintaan beberapa teman di komunitas, jadi mohon maaf apabila penjelasan tentang anatomi ini belum lengkap, mengingat masih sulitnya mencari referensi tekstual tentang lebah mini ini, jadi penjelasan tentang anatomi pada artikel ini merupakan hasil kolaborasi antara beberapa sumber dan penelitian dan kajian penulis sendiri.

ANATOMI

Seperti lebah bersengat, anatomi lebah trigona terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :