UA-42393073-1

Senin, 02 September 2013

Diskusi Desa Inovatif bersama Banten Heritage

Pandeglang, 31 Agustus 2013

Lepas magrib ini kami mendapat undangan 'ngobrol sambil ngopi' dari Banten Heritage di Caffe Berog Pandeglang. Tema utama diskusi yaitu tentang Desa Inovatif di Pandeglang.

Hadir pada kesempatan ini jajaran Banten Heritage dan para perintis dan penggiat desa inovatif  yang sementara ini terkonsentrasi di dua kelurahan pada dua kecamatan di Pandeglang yaitu kelurahan Juhut kecamatan Karangtanjung  dan kelurahan Babakan Kalanganyar kecamatan Pandeglang. Kelurahan Juhut sudah sejak tahun 2009 [?] mendapat predikat desa inovatif berbasis peternakan domba hingga dikenal sebagai Kampung Domba, sementara kelurahan kami baru-baru ini mendapat predikat desa inovatif sebagai Kampung Madu Teuweul (trigona sp) di Pandeglang - Banten.

Alam Pandeglang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor peternakan, pertanian dan wisata berbasis keindahan alam dan budaya lokal, selain itu masyarakat Pandeglang adalah masyarakat yang ramah dan memiliki semangat kebersamaan yang masih tinggi hingga sekarang.


 Menapaki jalan untuk memulyakan daerah dengan membangun Desa Inovatif di kampung kita, kira-kira seperti itulah terjemaahan tulisan berbahasa sunda dalam slide di atas.
   
 Diskusi berlangsung dengan santai namun tetap kritis dalam mensikapi kebijakan-kebijakan pemerintah daerah terkait dengan program desa inovatif serta terkait dengan pemberian Anugerah Pelopor Inovasi yang diberikan Menristek RI kepada Gubernur Banten.

 Inilah diantaranya pelaku dan penggiat Desa Inovatif Kampung Domba, banyak masukan dan harapan dari masyarakat Juhut yang disampaikan pada diskusi ini. 

 Lurah Kalanganyar memaparkan tentang kegiatan pembudidayaan lebah trigona di kelurahannya, sekaligus menjelaskan tentang rencana perintisan Desa Wisata di Kalanganyar, salah satu magnitnya adalah adanya kegiatan budidaya lebah trigona yang dimotori oleh Komunitas kami.

 Hampir seluruh yang hadir memberikan opini tentang tema diskusi yang tetap berlangsung dengan santai, penuh dengan canda tawa namun tetap kritis. Pada diskusi ini saya pun selaku penggiat ikut memberikan gambaran tentang budidaya lebah trigona yang basisnya berada di Kalanganyar.
Dengan diberikannya Anugerah Pendorong Inovasi Daerah kepada Gubernur Banten menandakan bahwa upaya inovatif yang dilakukan masyarakat Banten telah membuahkan hasil yang baik. 

Apa pun itu, kami memberi apresiasi kepada Banten Heritage yang memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan masyarakat Provinsi Banten.
     
Advertisement