UA-42393073-1

Minggu, 22 Desember 2013

Berkonsentrasi di Lebah Tak Bersengat (Trigona. spp)

T. Itama (koleksi Komunitas 45)
Sobat, konsentrasi kami di bidang lebah trigona memang acapkali nyaris buyar ketika ada beberapa teman menyarankan agar kami pun membudayakan lebah bersengat seperti Apis cerana dan Apis mellifera, saran ini muncul barangkali dikarenakan melihat beberapa factor dintaranya rendahnya produksi madu pada budidaya lebah trigona dibandingkan apis. Hal tersebut memang perlu diakui dengan jujur, lebah trigona bukanlah penghasil madu terbanyak tapi justru sebaliknya, namun ada beberapa alasan yang kami anggap penting untuk menolak saran itu, yaitu bahwa kami tetap akan memegang teguh komitmen awal berdirinya Komunitas 45 sebagai komunitas yang spesialisasi di bidang lebah tak bersengat, baik pada sisi budidaya, produksi, bisnis dan factor penting lainnya seperti pelestarian lingkungan sebagai habitat dan sumber pakan lebah trigona.

Rendahnya produksi madu lebah trigona bukan berarti tidak menjanjikan secara bisnis. Madu lebah trigona memiliki nilai eksotisme dan manfaat yang lebih baik bagi kesehatan apabila kita mengelolanya dengan jujur. Kejujuran produsen dan kepercayaan konsumen dalam bisnis pa pun merupakan modal penting. Nilai besar yang ingin saya raih selaku pendiri komunitas yaitu lestarinya beragam spesies lebah trigona di wilayah Banten khususnya dan umumnya di Indonesia dan di seluruh Negara-negara yang dilintasi garis khatulistiwa.

T. Itama (Koleksi Komunitas 45)
Pengusaaan ilmu perlebahan pada bisnis ini tentunya sangat diperlukan. Pengetahuan saya tentang lebah bersengat sangat terbatas. Ilmu memang perlu dicari dan di dalami, namun bagi saya ilmu adalah pilihan dan saya lebih memilih mendalami pengetahuan tentang lebah trigona dibandingkan lebah bersengat. Komunitas 45 akan tetap berkonsentrasi terhadap budidaya lebah tak  bersengat namun akan selalu memberikan dukungan terhadap pelaku budidaya lebah bersengat (A. mellifera dan A. cerana) selama memiliki misi yang sama untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan dan keserakahan manusia.

Seringkali saya beropini, bahwa bisnis ini tidak mudah namun juga tidak sulit, asal mau serius dan iklhas menjalaninya. Sekecil apa pun mahluk Tuhan tetap memiliki makna dalam dunia ini, apalagi lebah yang sudah difirmankan Tuhan dalam beberapa kitab suci yang diyakini sebagai pedoman hidup oleh sebagian besar umat manusia di bumi ini.

Untuk menutup artikel ini saya mengucapkan terima kasih atas segala saran yang kami terima, namun perlu ditegaskan lagi bahwa Komunitas 45 adalah sebuah perkumpulan yang akan tetap berkonsentrasi khusus pada lebah tak bersengat (trigona. spp).