UA-42393073-1

Kamis, 16 Januari 2014

Cara Membuat Sarang Lebah Trigona Metode Toping

Sobat, metode toping merupakan salah satu metode pembuatan sarang lebah trigona pada budidaya lebah trigona. Metode ini merupakan inovasi dari budidaya konvensional yang biasa melakukan budidaya dengan menggunakan media asli lebah trigona di alam yang bersarang di kayu berlubang, media tersebut awalnya berupa kayu gelondongan yang pada salah satu bagian sisinya dibuat pintu dari lembaran papan untuk memudahkan pemanenan.


Metode konvensional tersebut dipandang kurang efektif dan berisiko terhadap kersehatan koloni, oleh karena itu munculah ide untuk membuat ruang khusus penyimpanan madu dan beepollen yang di tempatkan di atas media kayu berlubang sebagai media sarang alami lebah trigona yang di ambil dari alam.

Inovasi ini memang tidak dapat diklaim ditemukan oleh orang tertentu, masing-masing peternak lebah trigona secara perlahan menerapkan metode ini, ide ini ketemu dengan sendirinya walau ada yang mengetahuinya melalui orang lain atau meniru dari apa yang sudah dilakukan orang lain dalam membudidayakan lebah trigona.

Cara membuat sarang dengan sistim Toping sebenarnya cukup mudah, cukup menyimpan kotak dari lembaran papan yang di beri ruang diatas kayu berlubang. Kunci sukses metode ini yaitu harus memahami bagian mana ruang koloni lebah trigona menyimpan pot telur, madu dan beepollen. Kegagalan pada saat melakukan toping adalah kaburnya koloni dari media tersebut. Ukuran luas ruang yang disediakan harus tepat, tidak terlalu sempit dan tidak terlalu luas. Setiap jenis lebah trigona memiliki ukuran luas ruang yang berbeda, hal ini perlu disesuaikan dengan banyak tidaknya produksi madu dan beepollen serta masa pemanenan di kehendaki.

T. carbonaria [Dok. Komunitas 45]
T. Laeviceps [Dok. Komunitas 45]
T. itama [Dok. Komunitas 45]
Metode toping, memiliki kelebihan diantaranya adalah terjaganya kawanan lebah trigona dari serangan predator dan tidak memerlukan masa adaptasi. Kekurangannya yaitu sulit melakukan upaya pengembangan koloni, padahal setiap peternak mengharapkan penambahan koloni melalui system pemecahan koloni. Walau demikian, kami sudah melakukan uji coba pemecahan koloni dari media toping dengan penuh kehati-hatian.

Pada riset tersebut, jenis yang di gunakan adalah T. carbonaria, T. itama dan T. laeviceps. Dan, hasilnya upaya tersebut telah berhasil memecahkan koloni dari masing-masing media toping menjadi 2 koloni yaitu 1 koloni di sarang toping awal dan 1 koloni pada kotak koloni.

Untuk mengetahui upaya pemecahan koloni tersebut, Anda dapat melihat artikel berikutnya, “Memecah Koloni Lebah Trigona dari Sarang Alami”

Sampai jumpa di 2nd Natural School 2014