UA-42393073-1

Minggu, 17 November 2013

Explorasi: Menelusuri Spesies Trigona Putih Yang "Hilang" Part 4

LANCENG PUTIH YANG PENUH MISTIS
[Sebuah Analisa Data] 

Lanceng  adalah salah satu dari sekian banyak nama local di daerah untuk lebah trigona. Lanceng adalah sebutan bagi trigona. sp di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketenaran lebah trigona di dunia bisnis sebenarnya jauh tertinggal oleh kemistisan “Lanceng Putih” dibanding Lanceng jenis lainnya yang tentunya nyata.

Aura mistis seolah-olah hadir ketika mendengar Lanceng Putih karena yang terpikir pertama kali ketika mendengar nama itu adalah keganjilan berbau magis. Begitu pula cerita-cerita tentang si lebah mungil ini, selalu dikaitkan dengan hal-hal yang penuh kegaiban semata. Semua factor aneh tersebut salah satunya yang mendorong saya melakukan eksplorasi langsung ke alam bebas. Besar niatan saya untuk membongkar misteri dari trigona putih khususnya mengenai keberadaannya.

Dunia lain selain dunia kita yang nyata memang menjadi salah satu keyakinan saya pula, namun perpikir ilmiah dan logis tetap menjadi rel utama dalam penelitian yang saya lakukan. Ini adalah pencarian yang cukup menguras pikiran, harus jeli dan peka dalam menganalisa data-data yang diterima baik data berupa informasi lokasi, cerita dan kesaksian dari narasumber, maupun benda-benda yang di duga berkaitan dengan keberadaan Lanceng Putih tersebut.

Kemistisan lanceng putih yang selama ini sudah dikenal banyak orang diantaranya adalah Tolo Lanceng Putih. Menurut sebuah blog benda keramat, benda  ini merupakan sarang trigona yang berwarna putih dan ditawarkan oleh agennya dengan harga yang sangat fantastis yaitu USD $200.000 atau sekitar Rp. 2 Miyar. Secara alami Tolo Lanceng Putih dipercaya mempunyai khasiat untuk sarana keselamatan, aman dari "kerusuhan", mahabbah umum dan khusus, penglarisan dagang, membantu kelancaran usaha, menarik simpatik dari atasan dan bawahan serta mendekatkan jodoh. Dan bahkan ada yang meyakini bila membawa air rendaman tolo ini lalu terjun ke laut mencari ikan dengan alat apa saja akan bisa mendapatkan ikan yang banyak sekali [?].

Selain benda tersebut di atas dikenal pula Batu Mustika Lanceng Putih. Batu yang biasanya sudah berbentuk akik ini menurut cerita di dapatkan dari sarang lanceng putih,/ katanya batu mustika ini memiliki keunikan dan keanehan sendiri, kadang menjadi lembek dan adakalanya keras. Menurut beberapa sumber yang meyakininya khasiat batu ini adalah untuk keselamatan lahir batin, kejayaan dalam setiap usaha, berkharisma, benteng pertahanan diri dari serangan musuh, kemudahan dalam mencari rizki, pagar serangan gaib, kebal senjata, dipercaya orang, mempermudah segala urusan, menang dalam persaingan dan lepas dari marabahaya [?], harga batu akik ini bisa mencapai Rp. 2 - 3 juta per buahnya.

Konon kekeramatan mustika lanceng putih ini berkaitan dengan cerita pewayangan. Dalam dunia wayang cerita yang bersangkut paut dengan mustika tawon lanceng putih, adalah seorang sosok yang bernama  Antareja. Antareja adalah cucu dari Sang Hyang Antaboga, anak dari Werkudoro alias Bima dan beribu Arimbi. dalam perang baratayudha yang kedua terjadi, antareja tidak mengikuti peperangan, Pandawa dan Kurawa percaya bahwa salah satu pihak akan menang jika ada yang mengadakan pengorbanan jiwa yang di sebut tawur dan Antareja mengajukan dirinya untuk di korbankan alias menjadi korban tawur demi kejayaan Pandawa dan karena tak ada senjata yang sanggup membunuh dirinya maka dia menjilat telapak kakinya sendiri dan tewas lah dia. Sisi lain kematian Antareja, di kisahkan bahwa kematian Antareja akibat tipu daya Sri Kresna dalam lakon kresna gugah. Kresna mengetahui bahwa lawan tanding Antareja adalah Baladewa kakaknya sendiriterbanglah Kresna dengan menyamar sebagai Lanceng Putih ke Suralaya untuk mengetahui persiapan dewa dalam menetapkan perang Baratayudha,dan Lanceng Putih menumpahkan tinta sehingga penetapan kedua senapati menjadi tidak jelas. (sumber: mawarqodiriyah.blogspot.com) Demikianlah ceritanya.

Kekeramatan trigona putih di Indonesia juga terletak pada madunya yang dikenal “madu lanceng putih” atau “minyak lanceng putih”. Menurut keyakinan orang tertentu madu atau minyak lanceng putih ini bermanfaat bagi nelayan dan pemancing agar memperoleh hasil ikan yang banyak [?] serta dapat dijadikan olesan untuk benda-benda pusaka agar meningkat kekuatan mistisnya [?]. Harga madu bening ini di pasar online per gramnya melebihi harga emas 24 karat yaitu hingga Rp. 1,2 juta per gram.

Sebagaimana keterangan dari beberapa narasumber pada penelitian saya, madu trigona putih atau disebut juga minyak lanceng putih adalah cairan agak kental berwarna bening seperti air mineral. Kebenaran tentang keterangan tersebut didukung juga oleh data visual berupa foto-foto yang salah satunya berasal dari tokobagus.com. Sebagaimana yang saya tulis di artikel sebelumnya, bila salah satu patokan keberadaan trigona putih adalah warna madunya yang bening maka saya sudah menemukan spesies trigona unik itu. [baca: Explorasi Menelusuri Trigona Putih yang Hilang, Part. 3] Namun demikian, fakta ini belumlah cukup untuk membuat keputusan final tentang penemuan trigona putih pada penelitian saya, perlu dicari fakta penting lain untuk mempertegasnya.