Keajaiban dari Lebah Trigona bagi Penderita Leukimia

Judul artikel di atas tidak sembarangan saya buat, karena kita semua tahu bahwa penyakit yang satu ini merupakan penyakit yang sangat mengerikan bahkan telah memakan banyak korban. Menurut Bung Wiki (Wikipedia), pada tahun 2000 terdapat sekitar 256,000 anak dan dewasa di seluruh dunia menderita penyakit sejenis leukemia, dan 209,000 orang diantaranya meninggal karena penyakit tersebut, Hampir 90% dari semua penderita yang terdiagnosa adalah dewasa.   
Sebenarnya saya ingin menulis tentang tema ini sejak satu bulan yang lalu setelah bertemu dengan seorang anak yang dapat di selamatkan dari ancaman leukemia dengan menggunakan produk alamiah lebah trigona yaitu madu dan serbuk sarinya. Namun karena takut dianggap terlalu terburu-buru niat tersebut saya simpan dan baru hari ini saya putuskan untuk di tulis dan di posting pada blog ini tentunya setelah mendapat ijin dari yang bersangkutan.
Baiklah, semoga pengalaman ini bermanfaat buat yang lainnya.
Suatu malam pada pertengahan bulan Juni 2013, saya di datangi dua orang teman yaitu Kang Hasan dan Kang Encep. Inti dari kunjungannya tersebut adalah menyampaikan tentang kondisi putra Kang Encep yang menderita leukemia. Anak tersebut bernama Adji (nama asli).
Menurut keterangan orangtuanya Adji mengidap penyakit mengerikan tersebut sudah sejak kecil, yaitu sejak berumur 5 tahun. Pengobatan demi pengobatan membuat anak ini mampu bertahan hingga kini saat usianya 11 tahun. Harapan saya dia akan segera sembuh dan menjalani hidup hingga tua nanti, amiin.
Malam itu, sang ayah tampak sedih karena kondisi fisik Adji sangat melemah, bahkan terlemah sepanjang sejarah perjalanan penyakitnya. Dokter di RSU Pandeglang menyarankan agar Adji di rawat di RS. Sari Asih Serang yang merupakan salah satu RS ternama yang ada di Provinsi Banten. Namun RS tersebut pun malah menyarankan agar sang anak di bawa ke RS. Ciptomangukusumo di Jakarta dan di anjurkan untuk menjalani operasi, saya pikir operasi di maksud adalah operasi sumsum tulang.
Mengingat biaya yang besar serta kekhawatiran resiko pasca operasi ditambah adanya penolakan keras dari si anak, akhirnya dengan penuh kesedihan Adji di bawa kembali pulang. Saat itu kondisi fisik Adji di rumahnya sudah sangat lemah dan tidak kuat berdiri, suhu badannya terus meningkat dan demam dalam waktu lama, serta sesak napas. Kepalanya terasa sakit dan kadangkala disertai muntah, nyeri pada tulang sendi, gelisah dan sukar tidur.
Jujur, saat itu saya juga bingung dan ikut sedih ketika kedua teman meminta pendapat tentang obat alternative buat mengatasi penyakit Adji. Mereka tahu bahwa saya adalah penyedia produk perlebahan spesialis lebah tak bersengat.
Sebenarnya saya tidak terlalu tahu tentang penyakit leukemia ini, hanya sedikit yang saya tahu bahwa leukemia itu kanker darah. Di antara produk alamiah lebah trigona yang memiliki pengaruh nyata terhadap kanker (anti kanker) adalah propolis dan madu. Leukemia juga adalah penyakit neoplastik. Madu, propolis dan bee polen memiliki kencenderungan antineoplastik.    
Dengan penuh keyakinan saya memberikan saran agar Adji diberikan doping madu dan bee polen murni yang sudah saya buat dalam bentuk sediaan kapsul. Madu lebah trigona sudah mengandung propolis secara alami, pemberian asupan madu tersebut sekaligus memberikan asupan propolis dalam kadar yang rendah, bahkan mungkin tepat bagi penyakit Adji. Bee polen kapsul diberikan agar system imun Adji berangsur-angsur meningkat dan mampu memberikan nutrisi yang cukup bagi tubuhnya.
Penyakit leukemia bukanlah penyakit sembarangan tapi penyakit yang harus di tangani secara serius. Sambil memantau perkembangan kesehatan anak itu, saya mencari-cari informasi ilmiah tentang penyakit leukemia dari berbagai sumber.
Menurut bung Wiki (Wikipedia), Leukemia atau lebih dikenal sebagai kanker darah  merupakan penyakit dalam klasifikasi kanker (neoplasma) pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan secara abnormal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid, umumnya terjadi pada leukosit (sel darah putih). Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.
Menurut Wikipedia perjalanan alamiah penyakit ini dibagi kedalam dua tipe yaitu leukemia akut dan leukemia kronis. Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila tidak diobati segera, maka penderita dapat meninggal dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun bahkan ada yang mencapai 5 tahun.
Pada penyakit ganas ini terdapat empat tipe utama prevalensi yaitu Leukemia limfositik akut (LLA), Leukemia mielositik akut (LMA), Leukemia limfositik kronis (LLK) dan Leukemia mielositik kronis (LMK).
Kasus leukemia yang menimpa Adji termasuk dalam ketegori leukemia kronis, karena leukemia kronis adalah kanker darah yang memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama. Hal itu sesuai dengan fakta bahwa ia mengidap penyakit tersebut sudah lebih dari 5 tahun. Sementara itu dalam prevalensi tipe utama, penyakit leukemia Adji termasuk Leukemia Mielositik Kronis (LMK). LMK sering terjadi pada orang dewasa namun dapat juga terjadi pada anak-anak, walaupun kasusnya sangat sedikit.
Sejauh ini penyebab timbulnya penyakit leukemia masih belum ada kejelasan yang pasti. Namun demikian berdasarkan penelitian ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi frekwensi penyakit ini yaitu radiasi, zat kimia (seperti benzene, insektisida dan obat kemoterapi), down sindrom, dan virus seperti retrovirus, virus leukemia feline, dan HTLV-1.
Beberapa hari kemudian, saya mendapatkan kabar bahwa kondisi Adji kian membaik dan sudah dapat beraktivitas ringan, pemberian madu dan bee polen pun terus dilakukan dan kebetulan sang anak yang sudah bosan dengan obat-obatan itu sangat menyukai dan menghargai obat yang satu ini. Karena selain rasanya manis juga reaksi positifnya langsung ia rasakan.
Seminggu kemudian saya pun bertemu dengan Adji, ada haru dan bahagia di hati saya, saat ia mengucapkan rasa terimakasihnya dengan penuh rasa tulus. Dan ada sebuah rangkaian kalimat yang sampai saat ini terngiang di telinga, saat ia meminta agar saya mendoakan dirinya supaya Allah memanjangkan usianya hingga dapat melanjutkan sekolah dan menggapai cita-citanya menjadi seorang Guru kelak.
Tak terasa setetes air mata saya jatuh… dan doa pun dengan serta merta melambung ke langit dari lubuk hati yang terdalam, semoga Allah mengabulkan apa yang anak itu pinta. Amiin..
Dan, adalah sebuah kebahagiaan bathiniyah saat apa yang kita perbuat bermanfaat buat orang yang membutuhkannya… Hingga kini Adji masih mengkonsumsi madu dan bee polen, kesehatannya berangsur-angsur pulih. Harapannya, semoga ia bisa sembuh total agar bisa menjalani masa kanak-kanaknya dengan normal sebagaimana teman-temannya.
Fakta tersebut tentunya perlu diteliti secara ilmiah lebih lanjut, agar dapat membantu mengatasi penyakit leukemia yang sangat mengerikan itu. 
Adbox

@trigonasfarmer